El Nino Menggila, Kekeringan di Tangsel Tembus 58 Titik

Adi Subchan - 20 October 2026

FOTO: AI/Aktual Tangerang/ILUSTRASI)
FOTO: AI/Aktual Tangerang/ILUSTRASI)

Aktual Tangerang – Kekeringan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semakin meluas akibat kemarau berkepanjangan yang dipicu fenomena El Nino. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel mencatat, jumlah titik kekeringan kini mencapai 58 titik.

Sekretaris BPBD Kota Tangsel Essa Nugraha mengatakan, kekeringan sebelumnya terkonsentrasi di Kecamatan Setu dan Serpong. Namun, dua titik kekeringan baru kini muncul di Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang.

“Untuk di Pondok Benda, sudah sejak Jumat, 16 Oktober 2026 namun, kami baru akan melakukan pendistribusian air bersih mulai Selasa, 20 Oktober 2026,” ujarnya, Senin (19/10/2026).

Essa menjelaskan, penguatan fenomena El Nino turut memperpanjang musim kemarau. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak terus meningkat.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD bersama sejumlah perangkat daerah mendistribusikan air bersih setiap hari.

“Rata-rata volume air yang disalurkan mencapai 40 ribu hingga 60 ribu liter per hari,” tambahnya.

Baca Juga :  PSEL TPA Jatiwaringin Lolos Uji Kelayakan, Segera Tender

Dalam pendistribusian tersebut, BPBD memanfaatkan mobil tangki milik Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel.

Armada yang digunakan memiliki kapasitas 5.000 liter dan 8.000 liter. Pengiriman dilakukan dengan intensitas dua hingga tiga ritase setiap hari.

BPBD Tangsel Butuh Tambahan Toren Air

Seiring bertambahnya titik kekeringan, BPBD Tangsel membutuhkan tambahan toren atau penampungan air sementara berkapasitas 2.000 liter.

Penambahan sarana tersebut dinilai dapat mempermudah masyarakat memperoleh air bersih. Selain itu, toren dapat meningkatkan efisiensi distribusi ke sejumlah wilayah terdampak.

“Kami sedang berkoordinasi dengan wilayah dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang untuk pengadaan toren yang dibutuhkan, dengan ukuran 2.000 liter,” jelasnya.

Menurut Essa, penampungan air di titik terdampak memungkinkan mobil tangki mengisi toren. Dengan demikian, masyarakat dapat mengambil air secara langsung tanpa harus menunggu pengiriman berikutnya.

Baca Juga :  Evakuasi Korban KRL Bekasi Timur Berlangsung Dramatis

“Dengan begitu, armada distribusi dapat segera melanjutkan pengiriman ke lokasi lain yang juga membutuhkan pasokan air bersih,” ungkapnya.

BPBD berharap penambahan sarana penampungan dapat mempercepat pelayanan distribusi air bersih. Upaya tersebut dinilai penting, terutama jika titik kekeringan terus bertambah akibat kemarau berkepanjangan. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini