Arab Saudi Memanas, 400 Jemaah Umrah Tangerang Batal Berangkat

Adi Subchan - 15 October 2026

Sekitar 400 jemaah umrah asal Kabupaten Tangerang terdampak penundaan atau pembatalan penerbangan transit menyusul insiden di Riyadh, Arab Saudi. (FOTO: Dok Kemenhaj RI)
Sekitar 400 jemaah umrah asal Kabupaten Tangerang terdampak penundaan atau pembatalan penerbangan transit menyusul insiden di Riyadh, Arab Saudi. (FOTO: Dok Kemenhaj RI)

Aktual Tangerang – Sekitar 400 jemaah umrah asal Kabupaten Tangerang terdampak penundaan atau pembatalan penerbangan transit menyusul insiden serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi.

Penyesuaian rute penerbangan dilakukan untuk mengantisipasi risiko keamanan, terutama pada jalur yang melintasi wilayah terdampak konflik.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tangerang, Abdullah Hasyim, mengatakan jumlah jemaah terdampak masih bersifat sementara.

“Data ini sifatnya dinamis. Total ada sekitar 400 jemaah yang terdampak pembatalan atau penundaan penerbangan transit (indirect),” katanya, Rabu (14/10/2026).

Abdullah menjelaskan, penundaan keberangkatan terjadi akibat penyesuaian atau pengubahan rute penerbangan transit (indirect flight).

Kebijakan tersebut terutama menyasar penerbangan yang transit di wilayah berkonflik, termasuk Bandara King Khalid di Riyadh.

Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi risiko keamanan dan menjaga keselamatan jemaah.

Baca Juga :  Polda Banten Gerebek Tambang Ilegal di Kabupaten Tangerang

Sementara itu, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) memastikan penerbangan langsung (direct flight) menuju Makkah maupun Madinah masih dapat berjalan.

Meski demikian, penyelenggara meningkatkan kewaspadaan menyusul situasi keamanan tersebut.

“Begitu pun pemantauan terus kami lakukan terhadap travel-travel yang memberangkatkan jemaah asal Kabupaten Tangerang setelah adanya informasi serangan di Riyadh,” jelas Abdullah.

Kemenhaj Jamin Hak Jemaah Umrah

Abdullah menegaskan, jemaah yang terdampak penundaan atau pembatalan penerbangan akan memperoleh jaminan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Ketentuan tersebut wajib dipenuhi oleh setiap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Untuk memastikan hak dan keselamatan jemaah terlindungi, biro perjalanan diminta aktif berkoordinasi dengan Kemenhaj pusat.

Koordinasi juga perlu dilakukan dengan Kantor Wilayah Kemenhaj Banten dan Kemenhaj Kabupaten Tangerang.

Baca Juga :  Warga Pandeglang Swadaya Perbaiki Jalan Rusak, Pemerintah Ngapain?

Kemenhaj Kabupaten Tangerang turut mengimbau jemaah agar tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari biro perjalanan masing-masing.

“Kami mengimbau jemaah agar tetap berkomunikasi intensif dengan pihak PPIU, memantau situasi terkini, tetap tenang, serta senantiasa berdoa agar perjalanan ibadah berjalan aman hingga kembali ke Tanah Air,” ujarnya.

Abdullah menambahkan, hingga saat ini tidak ada jemaah umrah asal Kabupaten Tangerang yang menjadi korban dalam insiden di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi.

“Dari sisi korban alhamdulillah tidak ada, baik korban jiwa maupun luka-luka. Namun dari sisi administratif, pemerintah hadir untuk memastikan keselamatan warga negara melalui sejumlah kebijakan dan himbauan,” kata dia. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini