Dua Pelajar Tewas Kecelakaan di Alam Sutera

Adi Subchan - 10 October 2026

Dua pelajar tewas dalam kecelakaan di Alam Sutera, Tangsel. Polisi membantah tawuran dan menyebut korban tidak mengalami luka bacok. (FOTO: Pexels/ILUSTRASI)
Dua pelajar tewas dalam kecelakaan di Alam Sutera, Tangsel. Polisi membantah tawuran dan menyebut korban tidak mengalami luka bacok. (FOTO: Pexels/ILUSTRASI)

Aktual Tangerang – Dua pelajar berinisial A (14) dan W (15) tewas dalam kecelakaan di Alam Sutera, Tangerang Selatan, Jumat (9/10/2026). Keduanya diduga berusaha menghindari sekelompok pelajar yang membawa senjata tajam.

Kapolsek Serpong Kompol Suhardono menegaskan, insiden tersebut bukan tawuran antarkelompok pelajar. Hasil pemeriksaan medis juga tidak menemukan luka bacok maupun luka tusuk pada kedua korban.

“Tidak ada tanda-tanda korban dibacok. Ini murni kecelakaan,” ujar Suhardono, Jumat (9/10/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, kedua korban bersama sejumlah pelajar lainnya berangkat dari wilayah Pinang, Kota Tangerang.

Mereka hendak bermain futsal di kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan. Namun, perjalanan mereka berujung petaka setelah bertemu rombongan pelajar lain di sebuah bundaran.

Menurut keterangan polisi, rombongan tersebut diduga membawa senjata tajam dan tongkat golf. Para pelajar asal Pinang diduga ketakutan dan berusaha menjauh dari rombongan itu.

Dalam situasi tersebut, kendaraan yang ditumpangi tiga orang melaju dengan kecepatan tinggi. Kendaraan itu kemudian menabrak trotoar hingga menyebabkan dua pelajar meninggal dunia.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Tangerang, Senin 1 Desember 2025

Luka Memar di Wajah Korban

Suhardono menjelaskan, hasil pemeriksaan medis menunjukkan kedua korban tidak mengalami luka akibat senjata tajam. Luka fatal yang dialami korban diduga berasal dari benturan saat kecelakaan.

Luka yang ditemukan berupa memar pada wajah, terutama bagian dahi. Kedua korban juga mengalami cedera kepala yang diduga akibat benturan keras.

“Pada kedua korban tidak ditemukan luka sabetan tajam atau luka tusuk. Ditemukan luka memar di wajah, khususnya di dahi pada kedua korban, diduga akibat benturan,” ujarnya.

Polisi pun meluruskan informasi yang beredar mengenai dugaan tawuran dalam insiden tersebut. Suhardono menegaskan, berdasarkan penyelidikan awal, kedua pelajar meninggal akibat kecelakaan.

Meski membantah adanya tawuran, kepolisian tetap menyelidiki rombongan pelajar yang diduga membawa senjata tajam dan tongkat golf.

Penyelidikan dilakukan untuk menelusuri identitas serta keterlibatan anggota rombongan tersebut. Polisi menyatakan akan menyampaikan perkembangan penyelidikan lebih lanjut.

Kedua jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang untuk menjalani pemeriksaan.

Kepolisian juga mengimbau orang tua dan pihak sekolah meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pelajar. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang. (*)

Baca Juga :  Selama Ramadan, Restoran di Tangerang Buka Jam Empat Sore

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini