Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Kondisi Mental ASN Kota Tangerang Diperiksa

Adi Subchan - 02 October 2026

Dinkes Kota Tangerang melakukan skrining kesehatan jiwa pegawai. Mayoritas mengalami masalah ringan hingga sedang tanpa mengganggu kinerja. (FOTO: iStockphoto/ILUSTRASI)
Dinkes Kota Tangerang melakukan skrining kesehatan jiwa pegawai. Mayoritas mengalami masalah ringan hingga sedang tanpa mengganggu kinerja. (FOTO: iStockphoto/ILUSTRASI)

Aktual Tangerang – Dinkes Kota Tangerang melakukan skrining kesehatan jiwa terhadap pegawai untuk mendeteksi masalah mental sejak dini.

Kegiatan tersebut digelar menjelang peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia setiap 10 Oktober.

Skrining menyasar tenaga kesehatan dan staf di lingkungan Dinkes Kota Tangerang.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Pengalaman Hidup yang Didengar: Suara Nyata dan Perubahan Nyata”.

Selain mendeteksi kondisi mental, kegiatan tersebut juga memberikan edukasi mengenai keseimbangan kesehatan fisik dan jiwa.

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan kesehatan mental petugas perlu diperhatikan.

Baca Juga :  Selundupkan 2 Ton Sabu, Dewi Astutik Ditangkap di Kamboja

Menurutnya, tenaga kesehatan harus mengenali kondisi dirinya sebelum membantu dan mengedukasi masyarakat.

“Dinas Kesehatan memiliki tugas meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Tangerang, baik jiwa maupun raga. Ketika kita mengajak masyarakat, tentunya kita harus mengenali diri sendiri dulu. Kita harus sehat lebih dahulu agar bisa menjadi contoh serta membantu proses penyembuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan mental,” ujar dr. Dini.

Dinkes Kota Tangerang bekerja sama dengan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Wilayah Banten dalam kegiatan tersebut. Kerja sama itu dilakukan untuk menyediakan layanan konseling secara langsung bagi para peserta skrining.

Dinkes juga menghadirkan 79 petugas penanggung jawab kesehatan jiwa dari puskesmas se-Kota Tangerang.

Petugas tersebut termasuk dokter yang telah mendapatkan pelatihan terkait deteksi dan penanganan masalah kesehatan mental.

“Selain itu, kami juga menghadirkan 79 petugas penanggung jawab kesehatan jiwa dari puskesmas se-Kota Tangerang termasuk dokter-dokter yang sudah terlatih untuk mendeteksi dan menangani masalah kesehatan mental sejak tingkat puskesmas,” terang dr. Dini.

Psikolog Klinis Siti Bahiyah menjelaskan, skrining dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat kondisi peserta. Peserta dikelompokkan dalam tiga kategori, yaitu hijau atau ringan, kuning atau sedang, dan merah atau tinggi.

Baca Juga :  Demo Bikin Resah, Ada Konseling Gratis untuk Warga Tangerang

Menurut Siti, mayoritas peserta mengalami masalah ringan hingga sedang dalam kehidupan sehari-hari. Masalah tersebut berkaitan dengan dinamika harian, pola pengasuhan, serta kecemasan.

“Alhamdulillah, mayoritas peserta hanya mengalami masalah ringan hingga sedang terkait dinamika harian, pola pengasuhan, dan kecemasan, serta tidak ada yang sampai mengganggu kinerja pekerjaan,” ucapnya.

Hasil penelusuran menunjukkan tidak ditemukan masalah berat yang mengganggu performa pegawai Dinkes Kota Tangerang. Namun, evaluasi tetap merekomendasikan sejumlah tindak lanjut untuk menjaga kesehatan mental pegawai.

“Hasil evaluasi merekomendasikan tindak lanjut berupa edukasi manajemen kecemasan dan komunikasi asertif, serta pendampingan konseling bagi pegawai kategori tinggi agar kesehatan mental dan produktivitas kerja tetap terjaga,” sambungnya.

Dinkes Kota Tangerang berharap kegiatan tersebut menjaga kesehatan fisik dan mental seluruh pegawainya.

Kondisi tersebut diharapkan mendukung pegawai dalam memberikan pelayanan publik secara maksimal kepada masyarakat. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini