PUPR Kota Tangerang Percepat Perbaikan 47 Ruas Jalan

Adi Subchan - 28 September 2026

FOTO: iStockphoto/ILUSTRASI
FOTO: iStockphoto/ILUSTRASI

Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang mempercepat perbaikan jalan untuk mengurangi dampak rekayasa lalu lintas terhadap mobilitas masyarakat.

Percepatan pengerjaan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang pada sejumlah ruas jalan.

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengatakan, durasi pengerjaan menjadi perhatian karena berkaitan dengan aktivitas masyarakat.

“Kalau menutup jalan terlalu lama atau rekayasa lalu lintas terlalu lama tentunya berdampak pada aktivitas masyarakat. Makanya kita coba mendorong untuk bisa lebih cepat,” kata Taufik, Senin (28/9).

Menurut Taufik, rata-rata pekerjaan perbaikan jalan memiliki durasi kontrak sekitar dua hingga tiga bulan.

Namun, sejumlah pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.

“Dari target dua sampai tiga bulan, alhamdulillah ada yang satu bulan selesai, ada yang satu setengah bulan selesai. Jadi hal ini melebihi target kita,” ujarnya.

Berdasarkan data progres Dinas PUPR Kota Tangerang, sejumlah ruas jalan telah rampung 100 persen.

Ruas tersebut meliputi Jalan M Toha, Jalan Garuda dan Jalan Marsekal Suryadarma. Kemudian Jalan Husein Sastranegara dan Jalan Sisi Saluran Cisadane Barat juga telah selesai.

Baca Juga :  Artis Leony Ungkap Anggaran Konsumsi Rapat Pemkot Tangsel Rp60 Miliar

Sementara itu, sejumlah ruas jalan lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Jalan Sitanala tercatat memiliki progres 92,30 persen, disusul Jalan Sangego Selatan sebesar 60,61 persen. Sementara, Jalan Iskandar Muda mencapai progres 54 persen, sedangkan Jalan Teuku Umar mencapai 39,65 persen.

Kemudian Jalan RAM Cikokol mencapai 35,49 persen dan Jalan Raya Bayur mencapai 20,24 persen.

Adapun Jalan Prabu Kiansantang masih dalam proses pengerjaan. Ruas looping Gerendeng-Tanah Gocap juga masih berada pada tahap penyiapan jalan.

Taufik menuturkan, total pekerjaan perbaikan jalan dan pedestrian tahun ini mencapai sekitar 47 ruas.

Dengan masih banyaknya pekerjaan berjalan, PUPR optimistis seluruh proyek dapat selesai sesuai jadwal. “Masih cukup banyak, tapi kita optimis mudah-mudahan berjalan lancar dan sesuai target,” katanya.

Taufik menjelaskan, ruas jalan yang selesai dapat segera dibuka kembali untuk lalu lintas. Namun, pembukaan tetap memperhatikan usia beton dan pertimbangan teknis di lapangan.

Secara umum, beton membutuhkan sekitar 28 hari untuk mencapai kekuatan penuh. Meski demikian, pembukaan lalu lintas dapat dilakukan lebih cepat berdasarkan hasil pertimbangan teknis.

“Biasanya kalau sudah selesai, kita langsung open traffic. Memang kita tunggu masa usia beton sekitar 28 hari. Biasanya kita buka setelah 15 hari,” jelasnya.

Baca Juga :  Jalan Utama Kota Tangerang Diperbaiki, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Pembukaan kembali ruas jalan juga akan dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Kota Tangerang. Koordinasi dilakukan agar pengaturan lalu lintas dapat berlangsung dengan baik.

Selain memperbaiki jalan, PUPR Kota Tangerang juga membuka akses baru di wilayah Semanan hingga batas DKI Jakarta.

Akses tersebut disiapkan sebagai jalur alternatif menuju kawasan Jakarta Barat.

Taufik berharap akses baru itu dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas. Masyarakat nantinya memiliki lebih banyak pilihan rute perjalanan menuju wilayah DKI Jakarta.

“Harapannya masyarakat, jalan-jalan tersebut menjadi jalan alternatif bagi masyarakat yang hendak ke wilayah DKI, khususnya Jakarta Barat. Jadi tidak menumpuk di satu ruas jalan,” tuturnya.

Menurut Taufik, akses baru juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sepanjang jalur tersebut. Kawasan yang sebelumnya kurang berkembang berpotensi tumbuh seiring meningkatnya aksesibilitas.

PUPR juga mengembangkan konsep jalan yang terintegrasi dengan saluran air atau irigasi.

Hal itu juga akan diterapkan pada sejumlah pembangunan, termasuk kawasan Sangego dan Sewan.

Konsep serupa juga menjadi bagian pengembangan akses di wilayah lainnya.

“Konsep kita bagaimana membuat satu ruas jalan dan kalinya ada di tengah. Ke depan penataan irigasi atau saluran pembuang ini menjadi bagian lanskap kota yang harus mulai ditata,” kata Taufik.

Taufik menambahkan, pengawasan seluruh pekerjaan terus dilakukan di lapangan. PUPR juga mendorong pelaksana proyek menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang ditetapkan.

Selain waktu pengerjaan, kualitas pembangunan juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Kita terus melakukan pengawasan di lapangan, mendorong para pelaksana bisa bekerja sesuai target. Kualitas yang kita inginkan juga sesuai kontrak, kita jaga bersama-sama untuk bisa ditepati,” pungkasnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini