Sungai Cimanceuri Menghitam, Limbah Industri di Kawasan Milenium Disorot

Adi Subchan - 15 September 2026

Sungai Cimanceuri di Kabupaten Tangerang menghitam dan berbau. DLHK menemukan dugaan sumber pencemaran dari industri Kawasan Milenium. (Foto: Tribun Tangerang)
Sungai Cimanceuri di Kabupaten Tangerang menghitam dan berbau. DLHK menemukan dugaan sumber pencemaran dari industri Kawasan Milenium. (Foto: Tribun Tangerang)

Sungai Cimanceuri di Kabupaten Tangerang menghitam dan berbau. DLHK menemukan dugaan sumber pencemaran dari industri Kawasan Milenium.

Aktual Tangerang – Sungai Cimanceuri di Kawasan Milenium, Kabupaten Tangerang, menghitam dan mengeluarkan aroma tidak sedap.

Kondisi tersebut terjadi di perbatasan Desa Budi Mulya, Cikupa, dengan Desa Matagara, Tigaraksa.

Warga menduga perubahan warna dan bau sungai berkaitan dengan pencemaran limbah industri.

Salah satu warga Desa Budi Mulya, Muhammad Ari, mengatakan kondisi tersebut berlangsung selama beberapa pekan.

Selain menghitam, debit Sungai Cimanceuri juga disebut menyusut akibat kondisi kemarau.

“Sudah beberapa minggu ini Air Sungai menyusut, lalu berubah warna menjadi hitam pekat. Bahkan, mengeluarkan aroma bau yang sangat tidak sedap,” ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Ari menduga pencemaran tersebut berasal dari aktivitas industri di sekitar Kawasan Milenium.

“Kayanya terkontaminasi oleh limbah industri, soalnya airnya hitam banget dan bau juga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polsek Neglasari Tangkap Pengedar Obat Keras tak Berizin

Pencemaran Sungai Cimanceuri Harus Diusut

Ketua Aktivis Lingkungan Giat Peduli Lingkungan Indonesia (GPLI) Kabupaten Tangerang, Ayi Abdullah, angkat bicara. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang segera mengusut dugaan pencemaran Sungai Cimanceuri.

Menurut Ayi, DLHK dan instansi terkait perlu memastikan sumber pencemaran sungai tersebut.

Instansi terkait juga diminta mengidentifikasi industri yang diduga berkontribusi terhadap pencemaran.

“KLH dan DLHK harus membuka, ada berapa industri yang diduga mencemari, setelah itu, tindak tegas sesuai aturan yang berlaku tanpa pandang bulu, sehingga ada efek jera dan pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya,” ungkapnya.

Ayi menilai penindakan tegas diperlukan apabila ditemukan perusahaan yang terbukti mencemari lingkungan.

DLHK Temukan Dugaan Sumber Pencemaran

Sementara itu, DLHK Kabupaten Tangerang telah melakukan verifikasi terhadap dugaan pencemaran tersebut.

Verifikasi dilakukan pada pekan sebelumnya untuk mengetahui sumber pencemaran Sungai Cimanceuri.

Baca Juga :  TPA Jatiwaringin Terbakar, Kabupaten Tangerang Krisis Lahan Pembuangan Sampah

Kasi Pengawas dan Pengendalian DLHK Kabupaten Tangerang, Sandy Nugraha, membenarkan temuan tersebut.

Menurut Sandy, verifikasi awal menemukan dugaan sumber pencemaran dari salah satu industri.

Industri tersebut berada di kawasan industri Milenium, Kabupaten Tangerang. “Kita berencana mau menyurati pihak kawasan millenium, karena hasil verifikasi awal minggu lalu sumbernya di duga dari industri yang ada dikawasan millenium,” ujar Sandy.

Sandy mengatakan surat tersebut diperlukan untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai perusahaan di kawasan tersebut.

Informasi itu berkaitan dengan perusahaan yang memiliki jalur pembuangan menuju Sungai Cimanceuri.

“Makanya kita mau minta informasi ke kawasan millenium, terkait industri yang masuk jalur Cimanceuri ini berkontribusi diduga mencemari, kita sudah dapat segmen areanya,” jelasnya.

DLHK kini berupaya menelusuri perusahaan yang memiliki jalur pembuangan menuju segmen Sungai Cimanceuri tersebut.

Penelusuran dilakukan sebagai bagian dari proses verifikasi dugaan pencemaran lingkungan di kawasan tersebut. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini