BPBD Tangsel memprediksi kekeringan bertahan hingga akhir Oktober 2026. Krisis air bersih telah berdampak pada 2.446 jiwa.
Aktual Tangerang – Ancaman kekeringan di Kota Tangerang Selatan diprediksi masih berlangsung hingga akhir Oktober 2026. Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang krisis air bersih di sejumlah permukiman warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel mencatat kekeringan telah berdampak pada 559 kepala keluarga. Jumlah tersebut setara dengan 2.446 jiwa yang tersebar di 25 titik krisis.
Sebanyak 1.026.850 liter air bersih telah disalurkan BPBD selama periode 8 Juli hingga 10 September 2026.
Penyaluran tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan harian warga di empat kelurahan terdampak. Keempat wilayah tersebut meliputi Keranggan, Kademangan, Muncul, dan Serpong.
Komandan Peleton (Danton) BPBD Tangsel Dian Wiryawan mengatakan kekeringan dipengaruhi menyusutnya sumber air.
Menurut dia, penurunan debit Sungai Cisadane kemungkinan turut memengaruhi volume air di kawasan permukiman.
“Kalau itu saya tidak begitu paham. Cuma kemungkinan akan berpengaruh ke debit volume air akibat pengaruh Sungai Cisadane yang surut,” ujar Dian, Minggu (13/9/2026).
Dian mengatakan kondisi kemarau dan menyusutnya sumber air berpotensi memperpanjang masa tanggap krisis.
“Untuk saat ini kami memprediksi (kekeringan bertahan) sampai akhir Oktober,” tutur Dian.
Keranggan menjadi wilayah dengan dampak kekeringan paling luas, yakni mencapai 16 titik. Kademangan berada di urutan berikutnya dengan tujuh titik krisis kekeringan. Sementara itu, Muncul dan Serpong masing-masing mencatat satu titik krisis.
BPBD Tangsel memastikan kualitas air bersih yang disalurkan kepada warga tetap terjaga.
Air yang didistribusikan petugas juga dipastikan layak untuk dikonsumsi masyarakat.
“Alhamdulillah belum (belum ada komplain suplai air bersih seperti keruh atau bau),” kata Dian.
BPBD Tangsel mengantisipasi perluasan dampak kekeringan ke wilayah permukiman lainnya. Masyarakat di wilayah sekitar yang pasokan airnya masih stabil diminta mulai menghemat penggunaan air.
Imbauan tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air dan mencegah meluasnya krisis. (*)








Leave a Reply