Kapolri Rombak Tiga Kapolres, Tangerang Kota Berganti Pimpinan

Adi Subchan - 31 August 2026

FOTO: Ilustrasi/Shutterstock)
FOTO: Ilustrasi/Shutterstock)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merotasi tiga Kapolres di Polda Metro Jaya. Kapolres Tangerang Kota kini dijabat Kombes Pol Eko Bagus Riyadi.

Aktual Tangerang – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merotasi tiga Kapolres di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Rotasi tersebut tertuang dalam tiga Surat Telegram (ST), salah satunya ST Nomor 1879/VIII/KEP./2026. Salah satu perubahan terjadi pada posisi Kapolres Tangerang Kota.

Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari dimutasi dari jabatan tersebut. Jauhari selanjutnya dipercaya sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri.

Posisi Kapolres Tangerang Kota kemudian diisi Kombes Pol Eko Bagus Riyadi.

Sebelumnya, Eko menjabat Auditor Kepolisian Madya Tingkat III Itwasda Polda Metro Jaya.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kota Tangerang, Sabtu 20 September 2025

Selain Tangerang Kota, rotasi juga terjadi pada jabatan Kapolres Jakarta Utara. Kombes Pol Erick Frendiz dimutasi dari posisi Kapolres Jakarta Utara.

Posisi tersebut kini ditempati Kombes Pol Adhe Hariadi. Sebelumnya, Adhe menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Pidter Bareskrim Polri.

Sementara Erick mendapat posisi baru sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri.

Rotasi juga menyasar jabatan Kapolres Metro Bekasi. Kombes Pol Sumarni dimutasi menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri.

Sumarni menjabat sebagai Kapolres Metro Bekasi sejak Desember 2025.

Jabatan tersebut selanjutnya akan diisi Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo. Andi merupakan perwira menengah Bareskrim Polri.

424 Perwira Dimutasi

Dalam rotasi kali ini, Polri menerbitkan tiga Surat Telegram. Secara keseluruhan, terdapat 424 perwira tinggi dan perwira menengah yang mengalami rotasi dan mutasi.

Baca Juga :  Warung Kopi di Cikokol Jual Miras, Digerebek Satpol PP Tangerang

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Edison Isir mengatakan, mutasi tersebut merupakan bagian dari pembinaan organisasi.

Kebijakan itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan organisasi, kompetensi personel, serta menghadapi dinamika tugas.

“Pada prinsipnya, seluruh proses mutasi ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk terus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, memperkuat kepemimpinan, dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” kata Isir dalam keterangan tertulisnya, Senin. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini