Jokowi Ditolak Warga Lebak, PSI Perintahkan Narji Keliling Banten

Adi Subchan - 07 August 2026

Komedian Narji (kiri) mengunjungi Lebak dan Pandeglang untuk memperkuat konsolidasi PSI di Banten. Ia menegaskan telah resmi bergabung dengan PSI. (Foto: Tribun Banten)
Komedian Narji (kiri) mengunjungi Lebak dan Pandeglang untuk memperkuat konsolidasi PSI di Banten. Ia menegaskan telah resmi bergabung dengan PSI. (Foto: Tribun Banten)

Narji mengunjungi Lebak dan Pandeglang untuk memperkuat konsolidasi PSI di Banten. Ia menegaskan telah resmi bergabung dengan PSI.

Aktual Tangerang – Komedian Sunarji atau Narji mengunjungi Kantor DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Lebak, Jumat (7/8/2026). Kunjungan itu menjadi bagian dari agenda konsolidasi PSI di wilayah Banten.

Selain Lebak, Narji juga menyambangi Kabupaten Pandeglang untuk bertemu jajaran pengurus partai.

Narji resmi bergabung dengan PSI pada Juli 2026 setelah mengakhiri keanggotaannya di Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Narji mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan pengurus PSI di daerah.

“Sudah pasti kita koordinasi dan konsolidasi,” kata Narji di Kantor DPD PSI Kabupaten Lebak.

Ia menilai perkembangan PSI di Kabupaten Lebak menunjukkan tren positif. Menurutnya, antusiasme masyarakat bergabung dengan PSI terus meningkat.

“Yang pasti kita mengapresiasi, bahwa PSI ternyata di Lebak sudah banyak antusias. Apalagi kalau kita hadir bersama-sama,” ujarnya.

Narji juga menegaskan komitmennya sebagai kader PSI. Ia menyebut masih ada pihak yang meragukan keputusannya bergabung dengan partai tersebut.

“Ini membuktikan bahwa saya sudah benar-benar hadir, dan sudah masuk PSI. Karena mungkin orang selama ini menganggapnya saya masuk PSI hanya AI,” tegasnya.

Baca Juga :  PDIP Lebak Targetkan 10 Kursi DPRD pada 2029

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina DPW PSI Banten, Ian Pribadi, mengatakan agenda konsolidasi berlangsung selama dua hari.

Hari pertama difokuskan di Dapil Banten I yang meliputi Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Dapil Banten II. Wilayah itu mencakup Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.

Ian mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan memastikan struktur kepengurusan PSI berjalan optimal. Selain itu, pengurus didorong aktif menyerap aspirasi masyarakat.

“Yang sudah kita sambangi adalah Lebak dan Pandeglang. Kita memastikan bahwa teman-teman struktur di Banten Dapil I dan Banten II, benar-benar bekerja menyerap aspirasi masyarakat,” kata Ian.

Warga Lebak Tolak Jokowi

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan sekelompok orang menolak rencana kedatangan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Kabupaten Lebak viral. Video itu beredar luas di media sosial pada Selasa (4/8/2026).

Video tersebut diunggah akun TikTok @hanturimba. Rekaman memperlihatkan puluhan orang mengenakan sarung dan peci membentangkan spanduk penolakan.

Spanduk itu bertuliskan, “Banten menolak safari politik Jokowi yang berkedok safari budaya.”

Spanduk lainnya berbunyi, “Saatnya rakyat bersatu, penegakan hukum bersama rakyat, tangkap dan adili Jokowi.”

Dalam video itu, seorang perwakilan kelompok menyampaikan penolakan terhadap rencana kunjungan Jokowi ke Banten.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kami mewakili masyarakat Kabupaten Lebak dan mewakili seluruh masyarakat Provinsi Banten sangat menolak keras kehadiran Jokowi ke Banten. Maka jangan coba-coba memaksakan datang ke Provinsi Banten,” ujarnya.

Setelah pernyataan tersebut, massa yang berada di lokasi meneriakkan takbir.

Isi spanduk dalam video serupa dengan spanduk yang sebelumnya terpasang di kawasan Tanjakan Bang Arum, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada 29 Juli 2026.

Spanduk itu menampilkan gambar wajah Jokowi dalam lingkaran merah. Di bagian bawah juga tercantum sedikitnya 16 logo aliansi.

Baca Juga :  PDIP Kabupaten Tangerang Kukuhkan 34 Ranting, Bidik Pemilu 2029

PSI Lebak Minta Publik Menilai

Ketua DPD PSI Kabupaten Lebak, Dita Fajar Bayhaqi, mengaku tidak mempermasalahkan kemunculan spanduk tersebut.

Menurutnya, spanduk itu tidak perlu dicopot. Ia menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada masyarakat.

“Biarkan saja, tidak usah dicopot. Biarkan publik yang menilai secara objektif. Karena masyarakat Banten sudah cerdas menilai,” kata Dita.

Dita menilai kemunculan spanduk itu menunjukkan nama Jokowi masih menjadi perhatian publik.

Ia menduga pemasangan spanduk bertujuan menarik perhatian masyarakat dengan memanfaatkan popularitas Jokowi.

“Mungkin yang pasang spanduk mau numpang viral. Karena tiap kali nama Pak Jokowi muncul, biasanya langsung memunculkan diskusi publik. Artinya magnet Pak Jokowi masih kuat,” ujarnya.

Dita juga menilai Jokowi memberikan kontribusi bagi pembangunan di Banten. Ia mencontohkan pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang dan Bendungan Karian.

Terkait rencana kunjungan Jokowi ke Banten, Dita mengatakan jadwal resmi masih dalam tahap koordinasi.

“Saya dan rekan-rekan sangat berharap Pak Jokowi datang ke Lebak. Sampai saat ini kami belum mendapat jadwal resminya. Kami masih mencocokkan waktunya. Mudah-mudahan bisa secepatnya,” katanya.

Menurut Dita, apabila kunjungan tersebut terlaksana, agendanya hanya untuk bersilaturahmi dengan masyarakat.

“Silaturahmi saja. Mungkin Pak Jokowi juga sudah lama tidak ke Lebak. Apalagi magnet Pak Jokowi di Lebak luar biasa,” tuturnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini