Sekelompok remaja diduga menyerang permukiman di Ciputat menggunakan senjata tajam dan bom molotov. Dua warga terluka, polisi masih menyelidiki.
Aktual Tangerang – Suasana tenang di Gang Swadaya, Jalan Ki Hajar Dewantara, Ciputat, Tangerang Selatan, berubah mencekam, Minggu (2/8/2026) dini hari.
Sekelompok remaja diduga menyerang permukiman warga menggunakan senjata tajam dan melemparkan bom molotov.
Akibat kejadian itu, dua warga terluka dan sejumlah rumah serta fasilitas umum mengalami kerusakan.
Ketua RW 05, Supriadi, mengatakan warga sebelumnya menggelar kerja bakti memasang bendera Merah Putih. Kegiatan itu berlangsung sejak Sabtu malam hingga sekitar pukul 03.00 WIB.
Setelah selesai, warga membersihkan lokasi dan kembali ke rumah masing-masing.
“Alhamdulillah, jam tiga pemasangan bendera selesai. Setelah bersih-bersih saya bilang, kalau memang sudah bersih kita kondusif, lalu warga beristirahat,” ujarnya.
Tak lama kemudian, Supriadi mendengar teriakan seorang remaja perempuan meminta pertolongan.
“Tiba-tiba remaja perempuan teriak, ‘Bapak RW, Bapak RW, kita diserang’,” tuturnya.
Supriadi segera keluar rumah untuk memastikan kondisi lingkungan. Ia melihat sekelompok remaja telah memasuki gang permukiman sambil membawa senjata tajam.
“Saya keluar rumah, ternyata benar. Penyerang sudah sampai dekat rumah saya. Mereka semua bersenjatakan celurit yang panjang-panjang,” katanya.
Menurut Supriadi, kelompok tersebut menyerang warga sambil melemparkan bom molotov ke arah rumah.
Api langsung membesar dan memicu kepanikan warga. Warga berupaya memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lainnya.
Supriadi mengatakan pelaku diduga mengambil bensin dari sebuah warung Madura.
“Mereka mengambil bensin di Toko Madura, lalu dilempar lagi sampai api membesar ke atas,” ungkapnya.
Besarnya kobaran api membuat warga khawatir terjadi kebakaran di kawasan padat penduduk.
“Semua panik, takut terjadi kebakaran. Makanya warga pada menjerit semua,” katanya.
Penyerangan itu juga menyebabkan berbagai kerusakan. Gapura lingkungan roboh setelah dirusak pelaku. Kaca rumah warga pecah akibat lemparan benda keras. Dan, satu unit sepeda motor juga dibakar.
Beruntung, api berhasil dipadamkan sebelum menghanguskan rumah warga.
“Gapura yang sudah kita pasang puluhan tahun dirubuhkan. Motor juga sempat dibakar, alhamdulillah bisa diamankan. Kaca-kaca rumah warga juga dipecahkan,” ujar Supriadi.
Selain kerusakan material, dua warga mengalami luka-luka. Seorang korban menderita luka bacok pada kepala, tangan, dan badan.
Korban lainnya mengalami luka pada kaki yang diduga akibat siraman cairan keras.
“Kalau tidak diantisipasi bisa jadi kebakaran. Yang satu luka bacok di kepala, tangan, dan badan. Yang satu lagi kena siraman air keras,” katanya.
Warga mengaku masih dihantui rasa cemas setelah kejadian tersebut. Mereka berharap polisi segera menangkap seluruh pelaku.
Supriadi juga mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak.
Menurutnya, pengawasan penting untuk mencegah keterlibatan dalam aksi kekerasan maupun tawuran.
Sementara itu, Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan polisi menerima laporan melalui Call Center Polri 110.
Petugas langsung mendatangi lokasi dan melakukan penyisiran. Polisi membubarkan kelompok yang terlibat serta mengamankan situasi.
Kepolisian juga berkoordinasi dengan Brimob Yon C Pelopor untuk menambah personel di titik rawan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, peduli terhadap lingkungan, serta segera melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas melalui Call Center Polri 110 atau Bhabinkamtibmas setempat,” ujar Bambang.
Ia mengatakan penyelidikan masih dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Ciputat Timur. Polisi mendalami pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.
“Proses penyelidikan dilakukan secara profesional berdasarkan alat bukti dan fakta yang ditemukan di lapangan guna mengungkap secara tuntas rangkaian kejadian,” pungkasnya. (*)








Leave a Reply