Pencurian di Dapur MBG Ciputat, Tangerang Selatan, menyebabkan 1.700 ompreng, genset, dan perlengkapan dapur raib. Polisi menetapkan tiga tersangka.
Aktual Tangerang – Pencurian terjadi di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 07 Ciputat, Tangerang Selatan. Pencurian terjadi menjelang operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pelaku diduga membawa kabur ribuan perlengkapan dapur, termasuk ompreng dan genset.
Pemilik Dapur SPPG, Wiman, mengatakan pencurian terungkap saat petugas melakukan pemeriksaan rutin.
Petugas mendapati sejumlah perlengkapan dapur telah hilang dari lokasi.
“Kita lihat untuk melakukan pengecekan, ternyata ompreng, genset, dan perlengkapan lainnya sudah tidak ada,” kata Wiman, Rabu (29/7/2026).
Wiman juga menemukan sistem pengawasan tidak lagi berfungsi. Setelah diperiksa, recorder CCTV diketahui telah hilang.
“Setelah itu ngecek ke CCTV, ternyata recordernya sudah tidak ada. CCTV juga sudah mati,” ujarnya.
Pendataan sementara mencatat sekitar 1.700 ompreng hilang. Selain itu, pelaku membawa genset, printer, kompor, blender, dan recorder CCTV.
Seluruh barang disiapkan untuk mendukung operasional Dapur SPPG.
Wiman memperkirakan kerugian mencapai puluhan juta hingga mendekati ratusan juta rupiah.
“Kalau diestimasikan bisa puluhan juta sampai ratusan juta. Omprengnya saja berjumlah 1.700 unit,” ungkapnya.
Seluruh rincian kerugian telah diserahkan kepada penyidik.
“Perkiraan kerugian sudah kami serahkan kepada penyidik untuk diproses lebih lanjut,” tuturnya.
Meski mengalami kerugian besar, Wiman memastikan persiapan operasional dapur tetap berjalan. Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas utama.
“Kami fokus membawa manfaat kepada masyarakat sekitar. Kami tidak ingin pelayanan terganggu,” katanya.
Ia menambahkan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional terus dilakukan. Keputusan operasional selanjutnya menunggu arahan pemerintah.
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka
Sementara itu, Polsek Ciputat Timur mengungkap perkembangan penyidikan kasus tersebut.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, mengatakan polisi menerima laporan melalui layanan darurat 110.
Korban kemudian membuat laporan resmi di SPKT Polres Tangsel.
“Korban sudah membuat laporan di SPKT sehingga penyelidikan langsung kami lakukan,” ujar Bambang.
Penyidik memeriksa lima saksi, termasuk korban. Polisi juga menghimpun informasi dari masyarakat dan Pokdarkamtibmas.
Menurut Bambang, penyelidikan mengarah kepada seorang petugas keamanan dapur.
Informasi warga menyebut satpam tersebut memiliki rekam jejak kurang baik. Polisi kemudian memanggil satpam itu untuk diperiksa.
“Hasil pemeriksaan urine menunjukkan positif amfetamin dan metamfetamin,” kata Bambang.
Temuan tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan penyidikan.
Polisi akhirnya menetapkan tiga tersangka berinisial T, D, dan G. Tersangka T diduga menjadi otak pencurian.
Dua tersangka lainnya diduga berperan sebagai pelaku dan penampung barang curian.
“Security T memiliki peran dominan. Dia menyusun skenario hingga memerintahkan pelaku menjalankan aksi,” ujar Bambang.
Polisi masih mendalami peran masing-masing tersangka dalam perkara tersebut. (*)









Leave a Reply