Jalan Raya Cirarab di Sukadiri, Kabupaten Tangerang rusak parah. Warga mengaku puluhan pengendara motor terjatuh saat hujan dan mendesak perbaikan.
Aktual Tangerang – Kerusakan Jalan Raya Cirarab di Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, semakin memprihatinkan. Ruas jalan sepanjang delapan kilometer itu dipenuhi lubang besar yang membahayakan pengendara.
Kondisi jalan tersebut menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial. Dalam narasi video, jalan itu disebut rusak parah hingga “seperti kejatuhan meteor”.
Berdasarkan pantauan di lokasi, permukaan Jalan Raya Cirarab tidak rata. Lubang dengan diameter 50 sentimeter hingga hampir dua meter tersebar di sepanjang ruas jalan.
Kedalaman lubang diperkirakan melebihi 15 sentimeter. Kondisi itu memaksa pengendara bermanuver untuk menghindari jalan berlubang.
Retakan besar juga tampak membelah badan jalan beton. Sejumlah bagian jalan terangkat dan hancur sehingga membentuk cekungan.
Meski rusak parah, arus lalu lintas tetap padat. Sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk masih melintasi jalur tersebut.
Pengendara terlihat beberapa kali berpindah jalur demi menghindari lubang. Sementara truk melaju perlahan agar tidak menghantam permukaan jalan yang rusak.
Debu pekat beterbangan setiap kendaraan berat melintas. Kondisi itu mengganggu warga yang tinggal di sepanjang jalan.
Warga setempat, Dani (55), mengatakan kerusakan mulai terlihat sejak 2025. Kondisi jalan semakin memburuk setelah sering dilalui truk bertonase besar.
“Awalnya jalannya rata dan bagus. Semenjak mobil-mobil tronton lewat sini, jalannya cepat rusak,” ujar Dani, Kamis (23/7/2026).
Menurut Dani, truk tronton melintas setiap malam, mulai pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB. Meski sesuai jam operasional, jalan dinilai tidak layak menampung kendaraan berat.
“Di sini jalanannya kecil, banyak warga yang melintas. Pernah diperbaiki, tapi paling bertahan dua sampai tiga bulan. Setelah itu retak lagi sampai akhirnya seperti sekarang, dibiarkan,” katanya.
Dani menilai kondisi jalan semakin berbahaya saat hujan. Lubang tertutup genangan air sehingga sulit dikenali pengendara.
“Kalau hujan bahaya. Banyak motor yang jatuh karena lubangnya enggak kelihatan,” ujarnya.
Istri Dani, Nati (45), mengaku sering membantu korban kecelakaan. Menurutnya, puluhan pengendara motor terjatuh setiap hujan turun.
“Saya sering membantu pengendara yang jatuh. Saya suka teriak buat hati-hati kalau lewat. Pernah ada pengendara bawa bayi jatuh, saya pegang bayinya. Ada juga yang kepalanya bocor,” kata Nati.
Selain membahayakan pengguna jalan, lalu lintas truk juga menimbulkan getaran. Warga mengaku getaran tersebut menyebabkan rumah mengalami retak.
“Kalau malam rasanya seperti gempa karena truk lewat terus,” ucap Nati.
Dani dan Nati berharap pemerintah segera memperbaiki Jalan Raya Cirarab. Mereka meminta perbaikan dilakukan agar jalan kembali aman dilalui masyarakat.
“Kami cuma berharap jalan ini segera diperbaiki, minimal diratakan dulu supaya lebih aman dilalui. Enggak dibenerin total juga enggak apa-apa, yang penting dirawat, tidak dibiarkan kaya gini,” tuturnya. (*)









Leave a Reply