LPTQ Tangsel kembali menerima hibah Rp11 miliar pada APBD 2026. Anggaran menjadi sorotan setelah prestasi MTQ stagnan dan pembinaan dipertanyakan.
Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali mengalokasikan dana hibah Rp11 miliar kepada LPTQ pada APBD 2026.
Nilai hibah tersebut sama seperti yang diterima LPTQ pada APBD 2025.
Berdasarkan dokumen APBD 2026, anggaran itu diperuntukkan bagi kegiatan LPTQ Tangsel.
LPTQ bertugas membina qari, qariah, hafiz, hafizah, kaligrafer, dan peserta MTQ lainnya.
Lembaga itu juga menyiapkan kafilah Kota Tangerang Selatan untuk mengikuti MTQ.
Namun, besarnya hibah menjadi perhatian publik. Kafilah Tangsel belum meraih gelar juara umum MTQ Provinsi Banten pada 2025 dan 2026.
Sorotan semakin menguat setelah muncul keluhan mengenai pembinaan calon peserta MTQ.
Keluhan itu disampaikan melalui akun Instagram @tangsel_update pada 13 Juli 2026.
Salah seorang warganet mengaku program pembinaan yang dijanjikan batal dilaksanakan.
“Qodarullah, tahun ini tidak ada pelatihan karena efisiensi anggaran dari pusat. Mudah-mudahan tahun depan normal kembali,” tulis akun tersebut.
Ketua LPTQ Mengaku Tak Menangani Anggaran
Ketua II LPTQ Kota Tangerang Selatan, Abdul Rozak, mengaku tidak mengetahui pengelolaan dana hibah.
“Saya ora tau masalah anggaran,” kata Abdul Rozak, Kamis (16/7/2026).
Ia mengatakan pengelolaan anggaran menjadi kewenangan Bendahara Umum LPTQ. “Tanya ke Bendum LPTQ Tangsel Pak Ali Akbar, Kabag Keuangan,” ujarnya.
Hingga Jumat (17/7/2026), Bendahara Umum LPTQ belum memberikan keterangan. Upaya untuk meminta konfirmasi terkait penggunaan hibah Rp11 miliar tidak direspon.
Konfirmasi juga mencakup keluhan masyarakat soal pembinaan calon kafilah MTQ.
Pengurus Tidak Berkantor Setiap Hari
Upaya konfirmasi dilakukan dengan mendatangi Kantor LPTQ di kawasan Alun-alun Pamulang. Namun, Bendahara Umum tidak berada di lokasi.
Petugas kebersihan menyebut pengurus tidak berkantor setiap hari.
“Pengurus enggak ada di kantor. Cuma ada sekretariat. Datangnya sewaktu-waktu,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, Pemkot Tangsel juga belum memberikan tanggapan.
Pemkot Tangsel diharapkan menjelaskan mekanisme pengawasan dan evaluasi penggunaan dana hibah tersebut. (*)









Leave a Reply