Dinkes Kabupaten Tangerang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi penyakit zoonosis melalui edukasi lintas sektor. Warga diminta waspadai rabies, flu burung, antraks, dan leptospirosis.
Aktual Tangerang – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit zoonosis.
Langkah itu dilakukan melalui Lokakarya Edukasi Pencegahan Penyakit Zoonotik, 13-14 Juli 2026.
Lokakarya digelar di Smart Building Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tangerang. Kegiatan melibatkan Kementerian Kesehatan, Portkesmas, dan Kelompok Kerja RCCE.
Sejumlah organisasi perangkat daerah, promotor kesehatan, komunitas, dan media turut berpartisipasi.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Sri Indriyani, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini.
“Jangan menunggu penyakit muncul baru bergerak. Kesiapsiagaan harus dibangun sejak sekarang,” kata Sri, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci menghadapi potensi wabah. Pemerintah juga harus meningkatkan kapasitas petugas dan edukasi kepada masyarakat.
“Masyarakat harus memperoleh informasi yang benar agar potensi wabah dapat dicegah sedini mungkin,” ujarnya.
Sri menambahkan lokakarya juga memperkuat komunikasi risiko kepada masyarakat.
Langkah itu diharapkan mampu menangkal penyebaran informasi palsu terkait penyakit menular.
Waspadai Flu Burung hingga Leptospirosis
Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Joko Ismadi, mengingatkan beberapa penyakit zoonosis.
Penyakit tersebut meliputi flu burung, rabies, antraks, dan leptospirosis.
Menurut Joko, leptospirosis dapat menular melalui air tercemar urine tikus.
Risiko penularan meningkat saat musim hujan. Masyarakat diminta menggunakan alas kaki tertutup di wilayah tergenang.
Flu burung dapat menular melalui kontak dengan unggas sakit atau mati mendadak.
Penularan juga berisiko terjadi dari makanan yang tidak dimasak hingga matang. “Rabies dapat ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan seperti anjing, kucing, monyet, dan kelelawar,” kata Joko.
Ia mengimbau pemilik hewan rutin memberikan vaksin rabies.
Joko juga meminta masyarakat tidak menyembelih ternak yang sakit atau mati mendadak. Langkah tersebut penting untuk mencegah penularan antraks.
“Segera laporkan ternak yang sakit atau mati mendadak kepada dinas terkait,” ujarnya. (*)









Leave a Reply