Cerita Menarik Srikandi Relawan Lingkungan Nusaloka BSD Pilah Sampah

Syahrul Munir - 04 July 2026

Srikandi Relawan Lingkungan Nusaloka BSD
Srikandi relawan lingkungan Nusaloka BSD dalam rapat pendirian Bank Sampah di RW 07, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Sabtu (4/7/2026). (FOTO: Pengurus RW 07/Sayuti)

Srikandi relawan lingkungan Nusaloka BSD Tangerang Selatan antusias dengan pendirian Bank Sampah di lingkungan tempat tinggal mereka

Aktual Tangerang – Srikandi relawan lingkungan Nusaloka XIV.5 BSD City, Serpong, Tangerang Selatan menceritakan keuntungan dari pilah sampah dari rumahnya. Hal ini yang membuat srikandi relawan lingkungan begitu antusias dengan pendirian Bank Sampah di lingkungan RW 07 Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Serpong.

Rapat persiapan pendirian Bank Sampah di Balai RW 07, Sabtu (4/7/2026) ini yang pertama. Pengurus RW bidang Kebersihan ini mengundang warga yang memiliki konsen terhadap lingkungan. Nantinya, sebagai relawan kegiatan pilah sampah dari rumah.

Ketua RW 07 Wisnu Handoko dan sekretaris Sayuti hadir dalam rapat persiapan pendirian Bank Sampah itu. Agenda rapat salah satunya penyusunan pengurus Bank Sampah dan relawan lingkungan sebagai pioneer program kebersihan lingkungan ini.

Setidaknya 10 peserta yang hadir dalam rapat, tiga diantaranya adalah srikandi yang punya semangat menyebarkan kegiatan pilah sampah anorganik secara mandiri.

Baca Juga :  Incar Pengendara Motor, Polisi Gadungan Beraksi di Pondok Aren

Tiga srikandi ini sudah memulai memilah sampah anorganik, seperti plastik, kertas dan kardus di rumah. Bahkan ada yang sudah merasakan keuntungan dari mengumpulkan minyak jelantah.

“Saya sudah jual minyak jelantah segalon air mineral itu 60 ribu,” kata Emi, yang menggebu-gebu untuk mewujudkan program menguntungkan ini.

Perencanaan Matang

Ketua RW 07 Wisnu Handoko mengatakan pendirian Bank Sampah di lingkungan ini perlu perencanaan matang. Meskipun dirinya mengatakan sudah beberapa kali pihak kelurahan mengingatkan untuk segera dibentuk kepengurusan Bank Sampah.

“Pendirian Bank Sampah ini tidak perlu tergesa-gesa. Lebih baik buat prototype aja dulu, dalam skub kecil dulu sambil lihat pola (pattern-nya),” ujar Wisnu Handoko.

Ketua bidang Kebersihan Tatag Mulyadi mengatakan setelah rapat ini pihaknya akan menyerahkan susunan pengurus Bank Sampah ke Kelurahan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Tangsel untuk segera mendapatkan SK.

Proses penimbangan awal sampah anorganik dengan system one day service (layanan seharian) sehingga menghindari penumpukan.
Rencananya penimbangan itu bakal digelar di depan Balai RW 07 pada akhir bulan Juli 2026 mendatang.

“Nantinya peralatan seperti timbangan dan buku tabungan akan diberikan dari DLH,” ujar Tatag Mulyadi.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini