Dinas Pendidikan Kota Tangsel mengakui masih kekurangan tenaga guru. Akibatnya, pegawai TU hingga guru BK ikut mengajar untuk mengisi kekosongan.
Aktual Tangerang – Sekolah negeri di Kota Tangerang Selatan masih kekurangan tenaga pengajar. Kondisi itu membuat pegawai Tata Usaha (TU) hingga guru Bimbingan dan Konseling (BK) ikut mengajar di kelas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, mengatakan jumlah guru belum sebanding dengan kebutuhan sekolah.
Menurutnya, kekurangan guru dipicu banyaknya tenaga pengajar yang pensiun dan meninggal dunia. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah sekolah mengalami kekosongan tenaga pendidik.
“Jumlahnya belum ideal lah dengan kebutuhan, apalagi dengan rencana penambahan beberapa sekolah (negeri). Kita butuh tambahan guru,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Deden menjelaskan, pemerintah daerah belum bisa merekrut guru non-ASN. Kebijakan itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.
“Sampai saat ini karena belum ada kebijakan dari pusat, kita tidak boleh menerima guru-guru di luar yang ASN ya. Jadi kita memberdayakan guru yang ada saja,” jelasnya.
Untuk mengatasi kekurangan, sekolah mengoptimalkan tenaga pendidik yang tersedia. Pegawai TU dan guru BK turut membantu proses belajar mengajar.
Deden memastikan seluruh mata pelajaran tetap harus berjalan tanpa kekosongan.
“Bagaimanapun tidak boleh ada kekosongan di dunia pendidikan kita. Maka kami menunggu kebijakan supaya memungkinkan, apapun mekanismenya, supaya kekosongan itu bisa segera terisi,” pungkasnya.
Sekolah yang mengalami kekurangan guru berada di Kecamatan Setu, Pondok Ranji, dan Ciputat.
Kekurangan tenaga pengajar juga mulai terjadi di sekolah negeri lainnya.
Kondisi tersebut mencakup jenjang SD Negeri, SMP Negeri, hingga SMA Negeri di Kota Tangerang Selatan. (*)









Leave a Reply