Pemkot Tangsel menargetkan angka stunting turun menjadi 7,5 persen melalui penguatan program kesehatan, gizi, dan kolaborasi lintas sektor.
Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menargetkan angka stunting turun menjadi 7,5 persen pada 2026.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan penanganan stunting tetap menjadi program prioritas.
Menurutnya, upaya yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir telah menunjukkan hasil positif.
Benyamin mengungkapkan angka stunting sempat turun dari sekitar 19 persen menjadi 9 persen. Namun, berdasarkan data terbaru, angka stunting kembali naik menjadi sekitar 10 persen.
“Kita intervensi. Makanya Pak Wakil saya tugaskan menjadi Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting,” kata Benyamin di Ciputat, Senin (22/6/2026).
Ia menjelaskan, tim tersebut melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah terkait.
Menurut Benyamin, kenaikan angka stunting tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan. Ia menyebut adanya tambahan indikator dari kementerian teknis memengaruhi hasil pendataan.
“Sekarang naik menjadi 10 sekian persen. Salah satunya karena ada indikator tambahan,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkot Tangsel tetap melanjutkan berbagai program percepatan penurunan stunting.
Benyamin menilai upaya yang dilakukan selama ini tidak sia-sia. “Tapi berapapun angkanya, ikhtiar kita tidak sia-sia. Kita ingin terus menekan angka stunting,” katanya.
Untuk mencapai target, Pemkot Tangsel mengandalkan Tim Ngider Sehat Premium dan kader kesehatan. Kedua kelompok tersebut menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di lingkungan masyarakat.
Mereka bertugas mengidentifikasi kebutuhan kesehatan warga secara langsung. Selain itu, mereka juga memantau kebutuhan gizi anak berisiko stunting.
“Ngider Sehat dan kader posyandu terus melakukan identifikasi kebutuhan masyarakat,” ujar Benyamin.
Ia menyebut program pemberian makanan tambahan terus digencarkan. Pemeriksaan kesehatan anak juga dilakukan secara berkala.
Selain stunting, indikator kesehatan masyarakat Tangsel menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya terlihat dari meningkatnya angka harapan hidup masyarakat.
Menurut data Dinas Kesehatan, angka harapan hidup warga Tangsel kini mencapai lebih dari 76 tahun.
“Artinya kesehatan masyarakat baik, asupan makanan baik, dan lingkungannya terkendali,” tutur Benyamin.
Ia optimistis target stunting 7,5 persen dapat tercapai melalui kolaborasi berbagai pihak.
Menurutnya, penanganan stunting harus didukung sektor kesehatan, pangan, dan lingkungan.
“Target kita tahun ini turun menjadi 7,5 persen. Semua infrastruktur pendukung harus dibenahi,” pungkasnya. (*)









Leave a Reply