Seorang pemotor tewas setelah menabrak truk yang berhenti di Jalan Raya Pasar Kemis. Warga menyoroti lampu jalan mati selama berbulan-bulan.
Aktual Tangerang – Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Raya Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah menabrak bagian belakang truk yang berhenti di badan jalan.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 02.55 WIB.
Kasat Lantas Polresta Tangerang AKP Fery Oktaviari Pratama mengatakan kecelakaan bermula saat truk Hino Tractor Head bernomor polisi B 9915 UIZ melaju dari Pasar Kemis menuju Rajeg.
Truk yang dikemudikan Nur Ahmad Nawawi kemudian berhenti di sisi kiri badan jalan. Tidak lama berselang, sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi A 6355 VAA yang dikendarai Ahmad Agus Solihin melintas dari arah yang sama.
“Pengendara sepeda motor datang dari arah belakang kemudian membentur bagian belakang kendaraan truk Hino Tractor Head yang sedang berhenti,” kata Fery, Jumat (12/6/2026).
Benturan keras mengakibatkan korban mengalami luka serius. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Balaraja untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Balaraja dan dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.
Warga Soroti Lampu Jalan Mati
Kecelakaan tersebut memunculkan keluhan warga terkait lampu penerangan jalan umum yang tidak berfungsi. Warga menilai kondisi jalan yang gelap berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
IM, warga sekitar yang menyaksikan kejadian, mengatakan lampu jalan di lokasi tidak menyala saat kecelakaan terjadi.
Menurut dia, truk yang berhenti juga tidak memasang tanda peringatan.
“Saat kejadian ada kontainer berhenti, tetapi tidak memasang rambu atau tanda peringatan,” katanya.
Ia menjelaskan kendaraan tersebut tidak mengalami kerusakan. “Mobilnya tidak mogok. Kendaraan itu hanya menunggu masuk ke pabrik,” ujarnya.
IM menduga korban tidak melihat keberadaan truk karena kondisi jalan gelap. “Kemungkinan pengendara tidak melihat karena kondisi jalan gelap dan minim penerangan,” katanya.
Ia mengungkapkan lampu penerangan di ruas jalan tersebut telah mati selama lebih dari dua bulan.
“Kalau malam jalannya sangat gelap. Kondisi ini cukup membahayakan pengendara,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Lena, warga yang kerap melintasi jalan tersebut. Ia mengaku merasa waswas saat melintas pada malam hari.
“Lampu jalan tidak menyala, jadi kami khawatir karena kondisi jalan sangat gelap,” katanya.
Lena yang bekerja di pabrik juga sering melintasi kawasan itu saat malam. “Kalau pulang atau berangkat kerja malam hari, rasanya tidak nyaman karena jalan sepi,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera memperbaiki fasilitas penerangan jalan. “Kami berharap lampu penerangan segera diperbaiki supaya tidak ada korban berikutnya,” katanya.
Lena juga meminta perbaikan kondisi jalan yang dinilai belum optimal.
Pantauan di lokasi menunjukkan ruas Jalan Raya Pasar Kemis masih minim penerangan. Puluhan lampu jalan dari kawasan Lampu Merah Rajeg hingga Sindang Panon terlihat tidak menyala. Padahal arus kendaraan pada malam hari masih cukup ramai.
Kondisi tersebut membuat jarak pandang pengendara menjadi terbatas. Pengguna jalan hanya mengandalkan lampu kendaraan sebagai sumber pencahayaan utama.
Kerap Terjadi Kecelakaan
Kecelakaan yang menewaskan Ahmad Agus Solihin menambah daftar insiden maut di Jalan Raya Pasar Kemis.
Pada Februari 2026, empat orang meninggal dunia akibat kecelakaan di ruas jalan yang sama. Seluruh korban merupakan pengendara sepeda motor.
Kecelakaan pertama terjadi pada 1 Februari 2026. Seorang perempuan berusia 42 tahun meninggal setelah terjatuh dan terlindas truk molen. Peristiwa itu terjadi di depan PT Victory Chingluh.
Enam hari kemudian, seorang perempuan kembali tewas setelah diduga kehilangan kendali akibat jalan rusak. Korban kemudian menabrak dump truk yang berada di lokasi.
Pada 11 Februari 2026, seorang pria meninggal setelah terlibat kecelakaan dengan truk pada malam hari.
Dua hari berselang, seorang siswi SMA kelas XII tewas setelah mengalami kecelakaan dengan truk molen saat berangkat sekolah.
Rentetan kecelakaan tersebut memicu desakan warga agar pemerintah meningkatkan keselamatan jalan.
Warga meminta perbaikan penerangan jalan, kondisi aspal, pemasangan rambu, serta penertiban kendaraan yang berhenti di badan jalan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang Jaenudin memastikan pihaknya akan mengecek kondisi lampu penerangan di lokasi.
“Siap, nanti cek kembali,” kata Jaenudin. (*)








Leave a Reply