Anggaran Macet, 62 Dapur MBG Kabupaten Tangerang Mati Suri

Adi Subchan - 10 June 2026

FOTO: kompas.com/Ilustrasi
FOTO: kompas.com/Ilustrasi

Sebanyak 62 dapur MBG di Kabupaten Tangerang menghentikan operasional karena anggaran belum cair. BGN sebut layanan terdampak sementara.

Aktual Tangerang – Puluhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tangerang menghentikan sementara operasionalnya. Penghentian terjadi karena dana operasional belum dicairkan.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tangerang Priyo Basuki menyebut ada 62 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terdampak.

“Disetop karena anggaran belum turun, ada 62 SPPG,” kata Priyo, Rabu (10/6/2026).

Menurut Priyo, penghentian operasional baru terjadi pada pekan ini. Keterlambatan pencairan anggaran menjadi penyebab utama terhentinya aktivitas dapur MBG tersebut.

Meski demikian, sebagian besar SPPG di Kabupaten Tangerang masih tetap beroperasi. Saat ini terdapat 295 SPPG yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang.

Ratusan dapur tersebut melayani sekitar 700 ribu penerima manfaat program MBG.

“Di Kabupaten Tangerang saat ini ada 295 SPPG yang melayani kurang lebih 700 ribu penerima manfaat,” ujarnya.

Baca Juga :  Usut Dugaan Mark Up Harga Roti MBG di Serang

Selain persoalan anggaran, proses pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) juga masih berjalan.

Priyo mengatakan progres sertifikasi baru mencapai sekitar 40 persen. “Masih 40 persen progresnya,” kata dia.

Namun, Priyo tidak menjawab saat ditanya mengenai kemungkinan dampak persoalan internal BGN terhadap operasional SPPG di daerah.

Diketahui, BGN baru saja mengalami pergantian pimpinan. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026, Naniek Sudaryati Deyang ditunjuk sebagai Kepala BGN.

Naniek didampingi dua wakil kepala, yakni Mayjen TNI Trenggono dan Agustina Arumsari. Ketiganya menggantikan pimpinan sebelumnya.

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama Lodewijk Pusung dan Sonny Sonjaya tidak lagi menjabat.

Ketiganya kini menghadapi proses hukum. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.

Kasus yang diselidiki berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan sepeda motor dan sepatu.

Baca Juga :  Wow! Korupsi Motor Listrik MBG Nilainya Rp1 Triliun Lebih

Hingga kini belum ada kepastian mengenai jadwal pencairan anggaran operasional yang tertunda.

Akibatnya, 62 dapur MBG yang berhenti beroperasi belum dapat kembali melayani penerima manfaat. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini