Sebanyak 25 ribu lulusan SD di Tangsel bersaing memperebutkan 9 ribu kursi SMP negeri. Pemkot siapkan bantuan sekolah swasta.
Aktual Tangerang – Sebanyak 25 ribu lulusan SD dan MI di Kota Tangerang Selatan bersaing masuk SMP negeri. Jumlah kursi yang tersedia hanya sekitar 9.000 siswa.
Kondisi tersebut membuat ribuan siswa diperkirakan melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Deden Deni mengatakan daya tampung SMP negeri masih terbatas.
Saat ini, Tangsel memiliki 24 SMP negeri. Total kapasitas penerimaan mencapai sekitar 9 ribu siswa.
“Jumlah lulusan SD dan MI tahun ini sekitar 25 ribu siswa. Kuota SMP negeri hanya sekitar 9 ribu siswa,” ujar Deden, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, siswa yang tidak tertampung akan terserap ke sekolah swasta.
Untuk mendukung akses pendidikan, Pemkot Tangsel menyiapkan bantuan biaya pendidikan.
Bantuan diberikan kepada siswa yang bersekolah di SMP swasta.
“Tahun ajaran 2026 ada sekitar 5.000 siswa penerima bantuan pendidikan. Setiap siswa menerima bantuan Rp1,8 juta per tahun,” katanya.
Ia memastikan kesiapan sistem penerimaan siswa baru berjalan optimal. Server dan aplikasi SPMB disebut siap digunakan.
“Persiapan server sejauh ini aman. Keluhan biasanya muncul karena masyarakat belum memahami sistem,” jelas Deden.
SPMB SMP Negeri tahap pertama dibuka melalui jalur domisili.bPendaftaran dijadwalkan dimulai pada 22 Juni 2026.bSementara hari pertama masuk sekolah berlangsung 13 Juli 2026.
Tahun ini, SPMB menerapkan sejumlah perubahan kebijakan. Salah satunya penggunaan Tes Kemampuan Akademik sebagai komponen seleksi.
Jalur afirmasi juga menggunakan Data Terpadu Sosial Nasional desil 1 hingga 5. Kuota jalur afirmasi ditetapkan sebesar 30 persen.
Jalur domisili memperoleh alokasi 40 persen. Jalur mutasi mendapat kuota 5 persen.
Prestasi akademik dialokasikan 20 persen. Sedangkan prestasi non-akademik memperoleh kuota 5 persen.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan meminta pelaksanaan SPMB berlangsung transparan.
Ia juga menekankan pentingnya pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Kami menyiapkan kuota sekitar 10 ribu siswa untuk SMP negeri,” ujar Pilar.
“Kami juga menyediakan program beasiswa bagi siswa sekolah swasta,” lanjutnya.
Menurut Pilar, Pemkot Tangsel menggandeng hampir 100 SMP swasta. Kerja sama dilakukan untuk menampung siswa yang tidak diterima di sekolah negeri.
Setiap tahun, pendaftar SMP negeri mencapai 12 ribu hingga 15 ribu siswa. Jumlah tersebut berasal dari sekitar 25 ribu lulusan SD di Tangsel.
Untuk meningkatkan kapasitas, Pemkot Tangsel menargetkan pembangunan tujuh SMP negeri baru. Target tersebut akan direalisasikan dalam lima tahun mendatang.
“Tahun ini sudah ada dua sekolah yang sedang dibangun. Ke depan akan ditambah beberapa sekolah lagi,” kata Pilar.
Di sisi lain, Dinas Komunikasi dan Informatika memastikan kesiapan infrastruktur digital SPMB. Seluruh sistem disiapkan untuk mendukung pelaksanaan SPMB 2026/2027.
Kepala Diskominfo Tangsel Tb. Asep Nurdin mengatakan pihaknya mendukung operasional teknologi SPMB. Diskominfo juga mengintegrasikan data dengan Disdukcapil.
Menurutnya, sistem tahun ini lebih mudah diakses masyarakat. Keamanan sistem juga diperkuat untuk mencegah gangguan teknis dan serangan siber.
“Teknologi bukan tujuan, melainkan jembatan. Kami ingin memastikan akses pendidikan yang adil dan berkualitas,” lanjutnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan pendaftaran, kapasitas server telah ditingkatkan. Pemantauan sistem dilakukan secara real time.
“Kami memastikan kapasitas server berjalan optimal dan stabil. Sistem juga aman dari risiko lonjakan trafik pendaftaran,” ucap Asep.
Ia menjelaskan pengelolaan keamanan informasi mengacu pada berbagai standar. Standar tersebut meliputi ISO 27001, Undang-Undang PDP, dan kebijakan BSSN.
Sejak Mei 2026, Diskominfo melakukan berbagai pengujian sistem. Pengujian meliputi User Acceptance Test dan Penetration Testing.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi potensi celah keamanan aplikasi.
“Dengan penguatan server dan keamanan berlapis, SPMB diharapkan berjalan lancar,” pungkasnya. (*)









Leave a Reply