8.727 Siswa di Kota Serang Tolak Program MBG

Adi Subchan - 03 June 2026

Dari 109 dapur MBG yang beroperasi di Tangsel, baru 15 SPPG mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Ini kendalanya. (Foto: kompas.com/Ilustrasi)
Dari 109 dapur MBG yang beroperasi di Tangsel, baru 15 SPPG mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Ini kendalanya. (Foto: kompas.com/Ilustrasi)

Sebanyak 8.727 siswa di Kota Serang menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penolakan terbanyak berasal dari jenjang SD.

Aktual Tangerang – Sebanyak 8.727 siswa di Kota Serang tercatat menolak mengikuti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah.

Data tersebut dihimpun dari sejumlah sekolah dan masih menunggu rincian berdasarkan masing-masing satuan pendidikan.

Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan data penolakan sementara baru tersedia secara agregat.

“Jumlah yang menolak 8.727. Datanya baru dari sekolah dan belum dirinci per satuan pendidikan,” kata Yudi, Rabu (3/6/2026).

Berdasarkan data sementara, penolakan terbanyak berasal dari jenjang Sekolah Dasar (SD). Sebanyak 7.046 siswa SD tercatat tidak mengikuti program tersebut.

Sementara itu, penolakan dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) mencapai 1.584 siswa.

Baca Juga :  Siswa Baru SDN dan SMPN di Tangsel Gratis Seragam Sekolah

Adapun pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), jumlah penolakan tercatat 97 siswa. “Yang sementara ini SD 7.046 siswa, SMP 1.584 siswa, dan SMA 97 siswa,” ujarnya.

Yudi yang juga menjabat Wakil Ketua Satgas MBG Kota Serang menegaskan program tersebut tidak bersifat wajib.

Menurutnya, keputusan mengikuti MBG diserahkan kepada kesepakatan sekolah dan orang tua siswa.

“Program ini tidak diwajibkan. Semua tergantung kesepakatan sekolah dan orang tua,” jelasnya.

Ia menilai sejumlah sekolah kemungkinan telah memiliki program penyediaan makanan sendiri.

Beberapa sekolah bahkan sudah bekerja sama dengan penyedia katering untuk memenuhi kebutuhan siswa.

“Mungkin di sekolahnya sudah ada program sendiri dan terbiasa menggunakan layanan katering,” katanya.

Meski ribuan siswa menolak MBG, Pemkot Serang tidak akan memaksakan pelaksanaannya. Pemerintah daerah menghormati keputusan sekolah dan orang tua terkait program tersebut.

“Kami tidak bisa memaksakan. Pemerintah daerah pada prinsipnya terbuka terhadap keputusan itu,” tambah Yudi.

Data Pemkot Serang menunjukkan sasaran MBG berasal dari berbagai kelompok penerima.

Peserta didik TK, RA, dan PAUD tercatat sebanyak 18.358 orang. Kemudian siswa SD dan MI mencapai 82.120 orang.

Baca Juga :  Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Jabatan Kepala BGN

Sementara dari SMP dan MTs berjumlah 34.746 orang. Dan, siswa SMA, SMK, dan MA tercatat sebanyak 32.922 orang. Kemudian, penerima dari kalangan pondok pesantren mencapai 6.490 orang.

Adapun kelompok B3 tercatat sebanyak 55.568 orang. Selain itu, terdapat tambahan sasaran tenaga pendidik sebanyak 1.656 orang.

Jumlah tersebut saat ini masih berasal dari satu kecamatan. Hingga Mei 2026, total penerima MBG di Kota Serang mencapai 231.860 orang.

Penerima berasal dari berbagai jenjang pendidikan, pesantren, kelompok B3, dan tenaga pendidik.

Untuk mendukung program tersebut, sebanyak 95 dapur MBG telah beroperasi di Kota Serang. Namun, beberapa dapur terkadang menghentikan operasional sementara karena alasan tertentu.

Pelayanan kemudian dialihkan ke dapur lain agar distribusi makanan tetap berjalan.

“Ada 95 dapur. Jika ada yang sementara berhenti beroperasi, pelayanannya dialihkan ke dapur lain,” pungkas Yudi. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini