Pemkot Tangsel Alokasikan Rp1,8 Juta Per Siswa SMP Swasta

Adi Subchan - 02 June 2026

Pemkot Tangsel menyiapkan bantuan pendidikan Rp1,8 juta per tahun bagi 5.000 siswa SMP swasta yang tidak tertampung di sekolah negeri. (Foto: Istimewa)
Pemkot Tangsel menyiapkan bantuan pendidikan Rp1,8 juta per tahun bagi 5.000 siswa SMP swasta yang tidak tertampung di sekolah negeri. (Foto: Istimewa)

Pemkot Tangsel menyiapkan bantuan pendidikan Rp1,8 juta per tahun bagi 5.000 siswa SMP swasta yang tidak tertampung di sekolah negeri.

Aktual Tangerang – Pemkot Tangerang Selatan kembali memperluas akses pendidikan bagi siswa yang tidak tertampung di SMP negeri.

Pemkot Tangsel menyediakan bantuan pendidikan sebesar Rp1,8 juta per siswa setiap tahun. Program tersebut ditujukan bagi siswa yang melanjutkan pendidikan di SMP swasta.

Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan di Kota Tangsel. Saat ini, Tangsel memiliki 24 SMP negeri. Sementara jumlah SD negeri mencapai 157 sekolah.

Kondisi tersebut membuat daya tampung SMP negeri terbatas. Karena itu, sekolah swasta berperan penting memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat.

Pemkot Tangsel menggandeng 92 SMP swasta pendamping di seluruh kecamatan. Sekolah tersebut menjadi alternatif bagi siswa yang tidak diterima di SMP negeri.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan program itu telah berjalan sejak 2022. Menurutnya, pembiayaan program sepenuhnya berasal dari APBD Kota Tangsel.

“Sejak 2022 kami menyiapkan bantuan biaya pendidikan bagi siswa yang tidak diterima SMP negeri,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga :  SPMB Banten 2026 Jenjang SMAN Segera Dibuka, Catat Jadwalnya

Benyamin menjelaskan kuota penerima bantuan mencapai 5.000 siswa setiap tahun. Kuota tersebut tetap dipertahankan hingga tahun ajaran 2026. “Kuotanya tetap 5.000 murid setiap tahun,” katanya.

Ia menjelaskan pembiayaan pendidikan terdiri dari biaya operasional, investasi, dan personal siswa. Biaya operasional ditanggung melalui Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). Sementara biaya investasi dan personal didukung melalui APBD daerah.

Menurut Benyamin, biaya personal siswa kini ditanggung pemerintah daerah. “Biaya personal itu yang kami tanggung melalui APBD,” ujarnya.

Pemkot Tangsel juga menaikkan nilai bantuan pendidikan bagi penerima program. Saat ini, setiap siswa memperoleh bantuan Rp1,8 juta per tahun.

“Jumlah siswanya tetap, tetapi nilai bantuannya kami naikkan,” kata Benyamin.

Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan personal siswa selama bersekolah. Kebutuhan itu meliputi seragam, sepatu, dan perlengkapan penunjang pendidikan lainnya.

Benyamin menegaskan program tersebut mendorong masyarakat mempertimbangkan sekolah swasta. Menurutnya, orang tua memiliki pilihan sekolah sesuai kebutuhan dan kemampuan.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya bergantung pada SMP negeri,” ujarnya.

Baca Juga :  Polemik Sekda Tangsel, UIN Jakarta Soroti Keterbukaan Informasi

Ia menambahkan bantuan pendidikan terbuka bagi seluruh warga Tangsel. Meski demikian, siswa dari keluarga kurang mampu tetap menjadi prioritas penerima.

“Semua bisa mengakses program ini, tetapi keluarga kurang mampu tetap diprioritaskan,” katanya.

Benyamin menegaskan bantuan Rp1,8 juta diberikan setiap tahun. Dana tersebut khusus digunakan untuk menunjang kebutuhan personal siswa.

“Bantuan itu untuk seragam dan kebutuhan sekolah lainnya,” pungkasnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini