Relawan MBG di Pandeglang Diduga Aniaya Guru MTs

Adi Subchan - 12 May 2026

FOTO: iStockphoto/Ilustrasi
FOTO: iStockphoto/Ilustrasi

Seorang guru MTs di Pandeglang diduga dianiaya oknum relawan MBG usai cekcok terkait unggahan Facebook.

Aktual Tangerang – Seorang guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Raudatul Muttaqin diduga menjadi korban penganiayaan di Kabupaten Pandeglang.

Korban berinisial S (34) diduga dianiaya oknum relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (11/5/2026).

Peristiwa itu terjadi di Desa Surianeun, Kecamatan Patia, sekitar pukul 07.30 WIB. Saat kejadian, aktivitas belajar mengajar di sekolah akan segera dimulai.

Korban mengaku mengalami pemukulan setelah terjadi cekcok terkait unggahan Facebook.

Korban menjelaskan unggahan itu menggunakan bahasa Sunda. Korban menulis kalimat, “Mana iye nu edan, ja ges dihuapan mah cageur.”

Kalimat tersebut berarti, “Mana yang gila, kalau sudah disuapi sembuh.”

Baca Juga :  Ratusan Guru Honorer di Tangsel Belum Masuk PPPK

Tak lama setelah unggahan dibuat, pria berinisial M datang ke sekolah mengantar makanan MBG. Menurut korban, M langsung menghampiri sambil menarik bajunya.

M juga mempertanyakan unggahan media sosial milik korban. “Saya ditanya, ‘Ngapain bikin status, nyindir saya ya?’,” kata korban, Senin (11/5/2026).

Korban mengaku membantah tudingan tersebut karena tidak menyebut nama dalam unggahannya.

Adu mulut kemudian terjadi antara korban dan M di lingkungan sekolah. Korban mengaku sempat menyinggung unggahan media sosial milik M.

Namun saat cekcok berlangsung, korban mengaku dipukul pria lain berinisial U dari belakang. Pukulan mengenai bagian kepala dekat telinga hingga korban terjatuh.

Korban mengaku terpental sekitar dua meter akibat pukulan tersebut. “Baju saya sampai kotor karena terjatuh,” ujarnya.

Korban Diancam Akan Dibunuh

Korban juga mengaku mendapat ancaman setelah dugaan penganiayaan terjadi. Ia mengaku diancam akan dibunuh apabila melapor ke polisi.

“Saya diancam kalau lapor polisi akan dibunuh,” katanya.

Baca Juga :  WNA India Selundupkan Emas Senilai Rp700 Juta di Dalam Popok

Saat kejadian, korban mengenakan seragam mengajar. Sementara pelaku disebut memakai pakaian relawan MBG saat mengantar makanan.

Korban menyebut relawan tersebut bertugas di Kecamatan Pagelaran.

S mengaku telah melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Polsek Patia. Ia juga mengaku menjalani visum di rumah sakit wilayah Labuan. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini