Jakbar dan Kota Tangerang Sinergi Bangun Kawasan Berbasis TOD

Adi Subchan - 08 May 2026

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah mengatakan pihaknya menyiapkan kawasan TOD terintegrasi dengan Kota Tangerang untuk mengurai kemacetan dan mendorong ekonomi. (Foto: Dok Pemkot Jakbar)
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah mengatakan pihaknya menyiapkan kawasan TOD terintegrasi dengan Kota Tangerang untuk mengurai kemacetan dan mendorong ekonomi. (Foto: Dok Pemkot Jakbar)

Pemkot Jakarta Barat menyiapkan kawasan TOD terintegrasi dengan Kota Tangerang untuk mengurai kemacetan dan mendorong ekonomi.

Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Jakarta Barat mematangkan rencana pembangunan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD). Kawasan tersebut akan terintegrasi langsung dengan wilayah Kota Tangerang.

Proyek itu dinilai mampu mengurai kemacetan dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, menegaskan pentingnya konektivitas antarwilayah.

“Membangun jalan sama dengan membangun peradaban,” ujar Iin, Kamis (7/5/2026).

Ia mengatakan infrastruktur jalan membuka akses ekonomi masyarakat lebih luas.

Menurutnya, mobilitas warga di perbatasan Jakarta Barat dan Tangerang sangat tinggi setiap hari. Kondisi itu terlihat dari padatnya lalu lintas di jalur arteri penghubung kedua wilayah.

Baca Juga :  2 Juta Kendaraan di Banten Nunggak Bayar Pajak

Karena itu, Iin meminta pembangunan dilakukan melalui kolaborasi lintas daerah.

“Permasalahan wilayah tidak bisa diselesaikan sendiri. Harus ada kolaborasi,” katanya.

Ia menjelaskan, pembiayaan proyek TOD tidak hanya mengandalkan APBD. Pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan alternatif atau creative financing.

Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat Taufik Hendayana mengatakan pengembangan difokuskan di Jalan Basoka. Kawasan itu berada di Joglo, Kembangan, Jakarta Barat.

Menurut Taufik, lokasi tersebut strategis karena berbatasan langsung dengan Kota Tangerang.

Pengembangan TOD nantinya mencakup ruang terbuka hijau dan transportasi umum terintegrasi.

“Pemanfaatannya bisa mendukung ruang hijau berkelanjutan dan sektor perekonomian,” jelas Taufik.

Namun, ia mengakui koordinasi antarwilayah masih menjadi tantangan utama. Taufik mendorong adanya nota kesepahaman resmi antara Jakarta Barat dan Kota Tangerang.

“MoU penting agar tidak muncul hambatan pembangunan di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga :  11 Pelintasan KRL di Tangerang Rawan Kecelakaan, Ini Daftarnya

Selain pembangunan TOD, kerja sama juga mencakup penanganan banjir kawasan perbatasan. Menurut Taufik, banjir berasal dari aliran saluran air Jakarta Barat menuju Kota Tangerang.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Kota Tangerang Maulana A Damanik mendukung proyek tersebut. Ia berharap masyarakat lebih mudah mengakses transportasi umum terintegrasi.

“Harapannya warga beralih menggunakan angkutan massal yang aman dan nyaman,” kata Damanik.

Transportasi itu nantinya terhubung dengan Transjakarta, KRL, hingga kereta bandara. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini