Kenaikan BBM membuat anggaran bus sekolah Tangsel hanya cukup hingga Agustus. Dishub butuh tambahan Rp700 juta.
Aktual Tangerang – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak pada operasional bus sekolah di Tangerang Selatan (Tangsel). Anggaran dinilai tidak mencukupi hingga akhir tahun 2026.
Dinas Perhubungan (Dishu) Tangsel memprediksi anggaran hanya bertahan sampai Agustus. Perhitungan kebutuhan anggaran telah dilakukan secara rinci sebelumnya.
Kepala Dishub Tangsel Ayep Jajat Sudrajat mengungkapkan adanya kekurangan anggaran.
“Anggaran 2026 yang dialokasikan masih kurang. Kalau dihitung, hanya cukup sampai bulan Agustus,” ujar Ayep, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan harga BBM mencapai sekitar 85 persen. Kondisi tersebut memicu pembengkakan biaya operasional armada.
Saat ini, Dishub mengoperasikan lima unit bus sekolah. Selain itu, terdapat sembilan kendaraan penunjang operasional lainnya.
Kendaraan tersebut termasuk mobil skylift untuk layanan penerangan jalan umum. Seluruh armada membutuhkan biaya operasional yang meningkat signifikan.
Dishub memperkirakan kebutuhan tambahan anggaran cukup besar. Kekurangan anggaran diprediksi mencapai ratusan juta rupiah.
“Perkiraan kekurangan hingga Desember sekitar Rp700 juta,” ungkap Ayep.
Untuk mengantisipasi gangguan layanan, Dishub menyiapkan langkah penyesuaian. Salah satu opsi adalah pergeseran anggaran dari pos lain.
“Solusinya kita geser dari anggaran yang ada. Langkah ini agar pelayanan tetap berjalan hingga Desember,” jelasnya.
Meski anggaran terbatas, layanan bus sekolah tetap diprioritaskan. Layanan tersebut dinilai penting bagi mobilitas pelajar.
Ayep menegaskan penyesuaian anggaran tetap sesuai aturan. Langkah itu dilakukan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. ***









Leave a Reply