Wagub Banten Soroti Alih Fungsi Kali Ciputat Jadi Mal

Adi Subchan - 04 May 2026

Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah meminta aparat untuk mengusut dugaan mark up harga roti dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Serang.(Foto: Istimewa)
Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah meminta aparat untuk mengusut dugaan mark up harga roti dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Serang.(Foto: Istimewa)

Wagub Banten Dimyati menegaskan alih fungsi Kali Ciputat harus dihentikan karena berpotensi merusak lingkungan dan memicu banjir.

Aktual Tangerang – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menanggapi dugaan alih fungsi Kali Ciputat di Pondok Aren.

Aliran sungai tersebut disebut berubah menjadi kawasan komersial (mal).

Dimyati menegaskan penyalahgunaan sungai tidak dapat dibenarkan. Ia meminta praktik tersebut segera dihentikan oleh pihak terkait.

Menurutnya, ruang air seperti sungai, situ, dan pantai harus dilindungi.

“Tidak boleh disalahgunakan, harus distop dan diberi efek jera,” ujar Dimyati, Senin (4/5/2026).

Ia menilai sungai merupakan bagian penting dari ekosistem lingkungan. Alih fungsi dinilai berpotensi merusak keseimbangan alam dan tata air.

Baca Juga :  Lapak Sampah di Kunciran Diprotes Warga, Baunya Menyengat

Dimyati memastikan pemerintah akan segera melakukan penertiban. Ia menyebut langkah itu juga merupakan arahan pimpinan pusat.

“Segera dibenahi dan ditertibkan, itu perintah pimpinan kami,” katanya.

Data historis menunjukkan Kali Ciputat memiliki aliran yang lebih luas.nPeta kolonial Belanda tahun 1937 mencatat nama “K. Tjipoetat”.

Peta tersebut menunjukkan adanya percabangan aliran sungai. Sebagian jalur aliran kini diduga telah hilang.

Citra satelit menunjukkan perubahan signifikan dalam satu dekade terakhir. Hingga 2012, aliran sungai masih terlihat mengalir normal.nAliran melewati Pintu Air Nuri hingga kawasan Pondok Jaya.

Namun pada 2013, jejak aliran tersebut tidak lagi terlihat. Aliran diduga tergantikan pembangunan kawasan komersial.

Kondisi lapangan menunjukkan perubahan pada sistem aliran sungai. Air dari hulu tidak lagi mengalir melalui jalur lama.

Pintu Air Nuri kini tertutup dan tidak berfungsi optimal. Aliran air justru dialihkan melalui sodetan buatan.

Baca Juga :  Nelayan Dikejutkan Kemunculan Empat Hiu Tutul di Teluk Banten

Kondisi fisik sungai juga mengalami penurunan kualitas. Lebar sungai menyempit dan terjadi pendangkalan akibat sedimentasi.

Aliran dipenuhi vegetasi liar dan material organik. Air yang mengalir didominasi limbah domestik. Kondisi tersebut berbeda dari fungsi alami sungai sebelumnya.

Perubahan ini diduga berdampak pada wilayah hilir. Risiko banjir meningkat di kawasan permukiman sekitar. Salah satunya terjadi di kawasan Taman Mangu Indah.

Sejumlah rumah bahkan dipasang papan dijual akibat banjir berulang.

Dimyati kembali menegaskan pentingnya penertiban segera dilakukan. Ia meminta pelanggaran ditindak tegas untuk efek jera.

“Harus ditertibkan,” tegasnya. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini