Banten Lama Didorong Jadi Cagar Budaya Nasional

Adi Subchan - 29 April 2026

Menbud Fadli Zon mendorong percepatan penetapan Banten Lama sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional karena nilai historisnya tinggi. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)
Menbud Fadli Zon mendorong percepatan penetapan Banten Lama sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional karena nilai historisnya tinggi. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

Menbud Fadli Zon mendorong percepatan penetapan Banten Lama sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional karena nilai historisnya tinggi.

Aktual Tangerang – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mendorong Banten Lama menjadi Kawasan Cagar Budaya Nasional.

Fadli menilai kawasan Banten Lama memiliki nilai sejarah tinggi. Menurutnya, kawasan tersebut layak ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.

“Banyak peristiwa penting terjadi di kawasan ini,” ujarnya saat menghadiri peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari di Masjid Agung, Selasa.

Ia menyebut pemerintah tengah mempercepat proses pengkajian status tersebut. “Kami dorong percepatan penetapan Banten Lama sebagai cagar budaya nasional,” katanya.

Kawasan Banten Lama merupakan bekas ibu kota Kesultanan Banten. Kesultanan tersebut berdiri sejak abad ke-16 hingga awal abad ke-19.

Pendiri kesultanan adalah Sultan Maulana Hasanuddin. Pada masa kejayaan, Banten menjadi pusat perdagangan internasional. Komoditas utama yang diperdagangkan adalah lada.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Banten Rabu 29 April, Hujan Ringan Merata

Letaknya di Selat Sunda menjadikannya jalur strategis perdagangan. Pedagang dari Arab, Gujarat, Tiongkok, hingga Eropa pernah singgah di wilayah ini.

Selain ekonomi, Banten juga berkembang sebagai pusat penyebaran Islam. Jejak sejarah tersebut masih terlihat dari berbagai situs peninggalan.

Salah satu ikon utama adalah Masjid Agung Banten yang berusia lebih dari 400 tahun. Masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan hingga kini.

Di sekitarnya terdapat kompleks makam para sultan Banten. Kawasan tersebut menjadi tujuan ziarah umat Muslim dari berbagai daerah.

Selain itu, terdapat reruntuhan Keraton Surosowan. Keraton itu dahulu menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Banten.

Tak jauh dari sana berdiri Keraton yang diyakini sebagai kediaman Ratu Aisyah.

Peninggalan kolonial juga terlihat dari Benteng Speelwijk. Benteng itu dibangun Belanda pada abad ke-17.

Fadli menilai situs-situs tersebut memperkuat nilai sejarah Banten Lama. Penetapan cagar budaya diharapkan mendukung pelestarian kawasan.

Selain itu, potensi wisata budaya dan religi juga dapat meningkat.

Baca Juga :  Bintaro XChange Disorot, Siapa yang Membelokkan Aliran Kali Ciputat?

Pemerintah juga menyoroti pentingnya pengelolaan kawasan secara terpadu.nPenataan infrastruktur dan lingkungan menjadi perhatian utama.

Pemberdayaan masyarakat lokal juga menjadi bagian dari pengembangan.

Banten Lama diharapkan menjadi pusat edukasi sejarah berkelanjutan. Langkah percepatan ini mendapat perhatian berbagai pihak terkait. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini