Dinkes Tangsel mencatat 1.292 kasus suspek campak. Imunisasi massal digenjot untuk menekan penularan di masyarakat.
Aktual Tangerang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat lonjakan kasus campak dalam beberapa waktu terakhir.
Hingga 15 April 2026, terdapat 1.292 kasus suspek campak rubela. Sebanyak 68 kasus telah terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium.
Kepala Dinkes Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
“Campak kini juga ditemukan pada kelompok usia dewasa,” ujar Allin.
Ia menyebut kondisi ini membutuhkan penanganan yang terkoordinasi. Pemkot Tangsel menjalankan program imunisasi massal.
Program dilakukan melalui skema Catch Up Campaign dan Outbreak Response Immunization. Program Catch Up Campaign telah selesai pada Maret 2026.
Sementara program ORI berlangsung hingga 19 April 2026. Program ORI menargetkan 109.514 anak di seluruh wilayah Tangsel. Capaian imunisasi hingga pertengahan April mencapai 42,4 persen.
“Kami terus mendorong agar target imunisasi segera tercapai,” katanya.
Dinkes juga memberikan vaksinasi kepada tenaga kesehatan. Sebanyak 994 tenaga medis telah menerima vaksin. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko penularan di fasilitas kesehatan.
Dinkes mencatat kasus campak mulai ditemukan pada kelompok dewasa. Namun, kasus terbanyak masih terjadi pada balita usia 1 hingga 4 tahun.
Balita tersebut umumnya belum mendapatkan imunisasi lengkap. “Kasus terbanyak tetap didominasi balita dengan imunisasi belum lengkap,” ujarnya.
Virus campak memiliki tingkat penularan yang tinggi. Cakupan imunisasi menjadi faktor penting dalam pencegahan.
Dinkes mengimbau masyarakat mengenali gejala awal campak. Gejala meliputi demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah.
Tanda lain adalah bercak putih di dalam mulut dan ruam kulit. “Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala,” katanya.
Campak dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani. Komplikasi meliputi pneumonia, diare berat, hingga radang otak. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kematian.
Dinkes menegaskan vaksin MR atau MMR aman dan efektif. Fasilitas kesehatan di Tangsel siap menangani pasien sesuai standar.
Allin meminta masyarakat aktif memastikan status imunisasi keluarga.
“Imunisasi adalah langkah paling efektif mencegah penularan,” tegasnya. ***









Leave a Reply