Tangsel Masih Diguyur Hujan, Belum Masuk Kemarau

Adi Subchan - 25 April 2026

FOTO: Ilustrasi/Int
FOTO: Ilustrasi/Int

BMKG menyebut Tangsel masih berada di fase pancaroba dengan curah hujan menengah dan belum masuk musim kemarau 2026.

Aktual Tangerang – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) menyebut Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih diguyur hujan. Wilayah ini belum sepenuhnya memasuki musim kemarau 2026.

Sebagian besar wilayah Banten mulai memasuki musim kemarau. Namun, Tangsel masih berada dalam fase pancaroba.

Kondisi ini ditandai dengan curah hujan yang relatif stabil. Penurunan menuju musim kemarau belum signifikan.

Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, menjelaskan kondisi tersebut. Ia menyebut sebagian wilayah Banten sudah masuk kemarau.

Namun, Tangsel masih berada pada masa transisi musim. Curah hujan di wilayah ini masih kategori menengah.

“Curah hujan di Tangsel berkisar 50 hingga 150 milimeter per dasarian,” ujar Hartanto,  Jumat (24/4/2026).

Baca Juga :  Tekan Inflasi, Pemkab Tangerang Luncurkan Program GASPOL

Ia menjelaskan hujan dengan intensitas sedang masih dominan. Kondisi itu menandakan Tangsel belum masuk kemarau penuh.

Menurut Hartanto, perbedaan musim antarwilayah merupakan hal wajar. Fenomena ini bagian dari dinamika iklim tahunan.

Faktor geografis turut memengaruhi perbedaan tersebut. Kelembapan udara dan pola angin juga berperan.

Di Tangsel, kelembapan udara masih cukup tinggi. Curah hujan juga belum menunjukkan penurunan berarti.

Kondisi ini membuat wilayah tersebut masih dalam pancaroba. Berbeda dengan sejumlah wilayah lain di Banten.

Wilayah seperti Kota Cilegon sudah memasuki musim kemarau. Bagian utara Kota Serang juga mengalami hal serupa.

Selain itu, wilayah utara Kabupaten Serang lebih dulu memasuki kemarau. Perbedaan ini terlihat jelas antarwilayah di Banten.

Baca Juga :  Musim Kemarau Akan Tiba, Waspada Bencana Kebakaran!

BMKG juga memprediksi pola kemarau tahun ini. Sebagian besar wilayah akan mengalami kemarau lebih awal.

“Sekitar 62 persen wilayah Banten mengalami kemarau lebih cepat,” kata Hartanto.

Menurut Hartanto, durasi kemarau diperkirakan lebih panjang. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini