Menpora Erick Thohir merampingkan 191 Permenpora menjadi empat regulasi utama untuk meningkatkan efektivitas kebijakan olahraga nasional.
Aktual Tangerang – (JAKARTA) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir merampingkan 191 Permenpora menjadi empat regulasi utama.
Langkah ini menjadi bagian dari penyederhanaan kebijakan sektor kepemudaan dan olahraga nasional.
Erick mengatakan deregulasi bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kebijakan pemerintah.
“Dari 191 aturan yang ada, kini tersisa empat regulasi utama,” ujar Erick usai bertemu di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Empat aturan tersebut mencakup kepemudaan dan pembudayaan olahraga nasional.
Selain itu, regulasi juga mengatur peningkatan prestasi dan pengembangan industri olahraga. Termasuk di dalamnya sektor sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga.
Menurut Erick, banyaknya aturan sebelumnya menghambat implementasi program di lapangan.
Ia menilai penyederhanaan mempercepat koordinasi lintas sektor. “Kami ingin kebijakan lebih tepat sasaran dan mudah dijalankan,” katanya.
Deregulasi ini berawal dari evaluasi internal di Kemenpora. Hasil evaluasi menunjukkan perlunya perampingan regulasi tanpa mengurangi substansi kebijakan.
Kemenpora kemudian berkoordinasi dengan Kementerian Hukum untuk proses tersebut. “Pendampingan dari Menteri Hukum sangat membantu dan tepat sasaran,” ujar Erick.
Ia menambahkan jumlah pasal juga dipangkas signifikan melalui kebijakan ini. Dari sekitar 1.500 pasal, kini tersisa sekitar 600 pasal. Artinya, terjadi pengurangan sekitar 60 persen dari total sebelumnya.
Salah satu perubahan terbesar terjadi pada regulasi prestasi olahraga. Jumlah pasalnya dipangkas dari sekitar 700 menjadi 200 pasal. Langkah ini diharapkan mempermudah pembinaan atlet nasional.
Erick juga menekankan pentingnya sinergi antar kementerian dan lembaga. Hal tersebut untuk mencegah tumpang tindih program pemerintah.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Hukum ke depan,” katanya.
Kemenpora juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kolaborasi akan diperluas dengan Kementerian Pendidikan Tinggi.
Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk pembinaan berkelanjutan. Erick optimistis deregulasi meningkatkan kualitas program kepemudaan nasional.
Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Hukum dalam proses tersebut. “Deregulasi ini selesai tepat waktu dan memberi manfaat besar,” ujar.
Empat regulasi baru kini resmi berlaku setelah diundangkan pemerintah.
Pemerintah berharap tata kelola olahraga menjadi lebih adaptif dan kompetitif.***









Leave a Reply