Viral! Siswa SD di Lebak Mengaku Dianiaya Ibu Tiri

Adi Subchan - 17 April 2026

DP3A Kabupaten Tangerang membuka layanan bantuan hukum dan pendampingan psikologis bagi korban kekerasan seksual. Tercatat 120 kasus dilaporkan hingga Mei 2026. (Foto: Int/Ilustrasi)
DP3A Kabupaten Tangerang membuka layanan bantuan hukum dan pendampingan psikologis bagi korban kekerasan seksual. Tercatat 120 kasus dilaporkan hingga Mei 2026. (Foto: Int/Ilustrasi)

Video dugaan KDRT anak di Cibeber, Lebak, Banten viral. Warga ungkap luka, kelaparan, dan kondisi korban yang memprihatinkan.

Aktual Tangerang – Sebuah video beredar memperlihatkan dugaan kekerasan terhadap anak di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten.

Korban merupakan anak perempuan yang diduga mengalami kekerasan oleh ibu tirinya.

Dalam video, korban terlihat menjawab pertanyaan warga terkait dugaan kekerasan yang dialaminya.

Warga menanyakan tindakan pertama yang dilakukan pelaku kepada korban.

Korban mengaku mengalami cakaran pada bagian wajah hingga menimbulkan luka.

“Ada lah, darah banyak,” ujar korban dalam video tersebut.

Baca Juga :  32 Warga Lebak Terindikasi Mengidap HIV/AIDS

Warga kembali menanyakan waktu kejadian kekerasan tersebut. Korban menyebut peristiwa itu terjadi saat bulan Ramadan. “Hari puasa, berdarah dicolok,” kata korban.

Selain video, beredar pula foto yang menunjukkan luka kemerahan di bagian dada korban.

Seorang warga Kecamatan Cibeber membenarkan adanya dugaan kekerasan tersebut.

“Menurut tetangga dekat, korban diduga disiram air panas,” ujarnya, Jumat (17/4/2026). “Bagian wajah korban juga dicakar oleh ibu tirinya,” tambahnya.

Ia menyebut korban juga tidak mendapatkan uang jajan secara rutin.

“Uang jajan sering tidak ada, teman-temannya patungan membantu,” katanya.

Menurutnya, korban kini duduk di bangku kelas lima sekolah dasar.

Ia juga menyebut ibu kandung korban telah meninggal dunia. “Lebaran kemarin, korban tidak diajak ke Serang oleh keluarganya,” ujarnya.

Baca Juga :  Viral! Pulau Umang Dijual Rp65 Miliar, Disparbud Pandeglang Beri Penjelasan

Ia mengaku warga sempat mendengar tangisan korban pada malam hari.

“Anak itu menangis karena lapar, tidak ada beras di rumah,” katanya.

Warga tersebut juga mengungkap latar belakang orang tua korban.

“Ayahnya kepala sekolah SMPN 5 Cibeber. Ibu tirinya bekerja sebagai guru di SMK Cikotok,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi ke Polsek Cibeber belum mendapat respons. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini