Kasus HIV di Lebak mencapai 32 orang hingga April 2026, didominasi wilayah Rangkasbitung dan berpotensi meningkat.
Aktual Tangerang – Kasus HIV di Kabupaten Lebak, Banten, mencapai 32 orang sepanjang Januari hingga April 2026.
Wilayah Rangkasbitung menjadi daerah dengan sebaran kasus tertinggi. Data tersebut disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak.
Kepala Bidang P2P Dinkes Lebak, Nining Tilawah, membenarkan temuan tersebut.
“Sepanjang Januari hingga April, ada 32 orang terpapar HIV,” ujar Nining, Selasa (14/4/2026).
HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini merusak sel CD4 sehingga tubuh rentan terhadap infeksi.
Penularan HIV terjadi melalui hubungan seksual tidak aman. Selain itu, penularan juga terjadi lewat jarum suntik dan transfusi darah tercemar.
Penularan juga bisa terjadi dari ibu ke bayi saat kehamilan atau menyusui.
Nining menyebut tren kasus berpotensi meningkat hingga akhir 2026.
“Kemungkinan bertambah, kita lihat sampai Desember nanti,” katanya.
Sebagai perbandingan, kasus HIV di Lebak pada 2025 mencapai 126 orang. Menurutnya, perilaku seksual berisiko menjadi faktor utama penularan.
“Paling banyak dari hubungan seksual tidak aman, baik heteroseksual maupun sesama jenis,” ujarnya.
Ia menyoroti perilaku tidak setia sebagai salah satu pemicu.
Kasus HIV banyak ditemukan di wilayah perkotaan Rangkasbitung. Sementara wilayah selatan juga mencatat kasus serupa.
“Di selatan ada juga, diduga terkait lokasi prostitusi,” ungkapnya.
Nining menegaskan HIV dapat menyerang siapa saja tanpa terkecuali. “Laki-laki dan perempuan sama-sama berisiko tertular HIV,” ucapnya.
Ia menjelaskan, penularan bisa terjadi dalam lingkup keluarga. Perilaku berisiko dapat membawa virus ke pasangan di rumah.
Dinkes Lebak mengimbau masyarakat menghindari perilaku berisiko. Masyarakat diminta setia pada pasangan dan menggunakan pengaman.
Warga yang terpapar diminta rutin menjalani pengobatan. Penanganan HIV dilakukan melalui pendekatan aktif dan pasif.
“Pendekatan aktif dengan turun ke lapangan. Pendekatan pasif melalui layanan fasilitas kesehatan,” jelas Nining. ***









Leave a Reply