Dinkes Serang mencatat 500 kasus suspek campak awal 2026. Penurunan imunisasi saat pandemi COVID-19 disebut jadi penyebab utama.
Aktual Tangerang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mencatat lonjakan kasus suspek campak awal 2026. Sekitar 500 kasus ditemukan selama periode Januari hingga Maret 2026.
Kasus tersebut tersebar di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Serang.
Dinkes menilai lonjakan ini berkaitan dengan dampak pandemi COVID-19. Cakupan imunisasi menurun selama pandemi berlangsung.
Kepala Bidang P2P Dinkes Serang, Istianah Hariyanti, memberikan penjelasan. Ia menyebut banyak layanan posyandu sempat terhenti saat pandemi.
“Banyak posyandu tidak beroperasi, sehingga imunisasi anak terganggu,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Dampak penurunan cakupan imunisasi mulai dirasakan saat ini. Menurutnya, kondisi tersebut menurunkan kekebalan kelompok masyarakat.
Akibatnya, risiko penyebaran penyakit menular menjadi lebih tinggi. Campak termasuk penyakit yang mudah menyebar pada kondisi tersebut.
Istianah menjelaskan kriteria suspek campak yang digunakan petugas. Seseorang dengan demam disertai batuk, pilek, atau mata merah masuk kategori suspek.
“Gejala tersebut sudah masuk kategori suspek campak,” katanya.
Setiap kasus kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan laboratorium. Petugas mengambil sampel darah dan urin untuk diuji.
Pengujian dilakukan di laboratorium rujukan di Jakarta. Jika hasil positif, maka dikategorikan sebagai campak terkonfirmasi,” jelasnya.
Dari ratusan kasus, sekitar 10 orang dinyatakan positif campak. Istianah menyebut lonjakan ini juga terjadi di wilayah lain. Peningkatan kasus ditemukan di sejumlah daerah di Banten dan nasional.
“Kasus serupa terjadi di daerah lain, bahkan secara nasional,” ujarnya.
Dinkes mengandalkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons untuk penanganan. Setiap laporan kasus langsung ditindaklanjuti tim lapangan.
Tim berasal dari puskesmas, klinik, dan rumah sakit setempat. “Tim segera turun untuk penanganan dan pelacakan kasus,” paparnya.
Petugas juga melakukan pemeriksaan lanjutan di lingkungan pasien.
Langkah ini untuk mendeteksi potensi penyebaran di sekitar penderita. Dinkes mengimbau masyarakat melengkapi imunisasi anak.
Upaya ini penting untuk mencegah penyebaran campak lebih luas. ***









Leave a Reply