10 Ribu Nakes di Tangerang bakal Divaksin Campak

Adi Subchan - 06 April 2026

Dinkes Tangsel mencatat 1.292 kasus suspek campak. Imunisasi massal digenjot untuk menekan penularan di masyarakat. (Foto: Freepik/Ilustrasi)
Dinkes Tangsel mencatat 1.292 kasus suspek campak. Imunisasi massal digenjot untuk menekan penularan di masyarakat. (Foto: Freepik/Ilustrasi)

Dinkes Tangerang menyiapkan vaksin campak untuk 10.000 nakes dan 180.000 balita menyusul lonjakan kasus awal 2026.

Aktual Tangerang – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menyiapkan vaksin campak untuk 10.000 tenaga kesehatan (nakes). Langkah ini diambil menyusul peningkatan kasus dalam beberapa bulan terakhir.

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan program mengacu arahan pemerintah pusat.

“Kami menerima edaran Kementerian Kesehatan untuk vaksinasi nakes, targetnya 10.000 orang,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan distribusi vaksin masih menunggu pasokan dari pemerintah pusat.

Selain itu, pemerintah menanti hasil kajian efikasi vaksin bagi orang dewasa.

“Kami masih menunggu vaksin untuk tenaga medis dari Kementerian Kesehatan,” kata Hendra.

Baca Juga :  Buang Sampah Sembarangan di Pandeglang Didenda Rp200 Juta

Selain vaksinasi nakes, Dinkes juga menggencarkan imunisasi massal bagi balita. Program ini dikenal sebagai outbreak response immunization (ORI).

Langkah tersebut ditempuh untuk menekan lonjakan kasus campak di wilayah tersebut.

Hendra mengungkapkan, tren kasus menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2025, tercatat 180 kasus campak di Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, Januari hingga Maret 2026 sudah mencapai 140 kasus.

“Angka ini menunjukkan peningkatan yang perlu diwaspadai,” ujarnya.

Kasus terbanyak ditemukan di Teluknaga, Pasar Kemis, dan Pagedangan.

Dinkes menargetkan imunisasi terhadap 180.000 balita. Mayoritas sasaran berusia 9 bulan hingga 59 bulan.

“Imunisasi ini untuk meningkatkan kekebalan anak dari paparan virus campak,” kata Hendra.

Baca Juga :  Longsor di Perumahan Villa Dago, Akses Jalan Warga Tertutup

Ia menegaskan seluruh balita menjadi sasaran tanpa pengecualian. Status imunisasi sebelumnya tidak menjadi pertimbangan.

“Semua balita usia 9 bulan sampai 5 tahun akan diimunisasi ulang,” tegasnya.

Program ORI dijadwalkan berlangsung pertengahan April 2026. Pelaksanaan dilakukan di seluruh puskesmas di Kabupaten Tangerang. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini