Produksi Sampah Kabupaten Tangerang Tembus 2.700 Ton per Hari

Adi Subchan - 28 March 2026

Warga Kecamatan Pinang mengeluhkan bau menyengat, kebisingan, dan dampak kesehatan dari aktivitas lapak sampah di Kunciran. (Foto: Kompas.com/Ilustrasi)
Warga Kecamatan Pinang mengeluhkan bau menyengat, kebisingan, dan dampak kesehatan dari aktivitas lapak sampah di Kunciran. (Foto: Kompas.com/Ilustrasi)

Produksi sampah di Kabupaten Tangerang mencapai 2.700 ton per hari. DLHK hanya mampu mengangkut sekitar separuhnya. Ini langkah penanganannya.

Aktual Tangerang – Volume sampah harian di Kabupaten Tangerang mencapai sekitar 2.700 ton. Kenaikan ini dipicu peningkatan aktivitas masyarakat, meski tidak terlalu signifikan pasca-libur Idulfitri 1447 H.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang mencatat lonjakan produksi sampah harian hingga 2.700 ton. Angka tersebut dihitung dari asumsi rata-rata timbulan sampah sebesar 0,7 kilogram per orang per hari.

Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menyebutkan terjadi peningkatan sekitar 200 ton dibandingkan hari normal.

“Dengan asumsi produksi sampah per kapita, totalnya mencapai sekitar 2.700 ton per hari,” ujarnya, Jumat.

Baca Juga :  Tak hanya Sampah, Tangsel Juga Darurat Jalan Berlubang

Meski demikian, lonjakan tersebut dinilai tidak terlalu tajam. Faktor mudik Lebaran menjadi salah satu penyebab berkurangnya tekanan produksi sampah di wilayah tersebut.

Namun, kapasitas pengangkutan masih jauh dari total timbulan yang dihasilkan. Saat ini, DLHK baru mampu mengangkut sekitar 1.200 hingga 1.300 ton sampah per hari.

“Yang dapat terangkut setiap hari masih berada di kisaran 1.200 sampai 1.300 ton,” kata Ujat.

Untuk mengantisipasi penumpukan, DLHK mengerahkan sekitar 1.000 petugas kebersihan, terdiri atas 300 penyapu jalan dan 700 petugas pengangkut sampah. Selain itu, sebanyak 300 armada truk disiagakan untuk mendukung distribusi pengangkutan di berbagai titik, termasuk kawasan wisata.

Dari total armada tersebut, sebanyak 240 unit berasal dari DLHK, sementara 60 unit lainnya merupakan dukungan dari pihak kecamatan.

Di sisi hilir, pemerintah daerah juga melakukan optimalisasi TPA Jatiwaringin guna meningkatkan kapasitas penanganan sampah.

Baca Juga :  Kasus Korupsi Sampah, Eks Kadis LH Tangsel Divonis Bersalah

Langkah ini dilakukan untuk menjaga pengelolaan sampah tetap terkendali di tengah peningkatan aktivitas masyarakat pasca libur panjang.

Kesenjangan antara produksi dan kapasitas angkut menunjukkan tantangan struktural dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Tangerang, yang membutuhkan penguatan sistem dari hulu hingga hilir. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini