PBVSI menyiapkan naturalisasi empat atlet muda asal Brasil untuk memperkuat tim voli Indonesia menuju Olimpiade Brisbane 2032.
Aktual Tangerang – Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) menyiapkan naturalisasi empat atlet muda asal Brasil.
Program ini menjadi bagian strategi memperkuat tim nasional menuju Olimpiade 2032.
Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo mengatakan proses masih tahap penyiapan dokumen administrasi.
Empat atlet tersebut terdiri dari dua pemain putra dan dua pemain putri.
“Semua naturalisasi yang pernah saya sampaikan ada dua putra dan dua putri,” ujar Imam di Jakarta.
Ia menjelaskan PBVSI sedang merampungkan berkas sebelum membahasnya bersama pemerintah.
“Sekarang kita sedang menyiapkan administrasi dan dalam waktu dekat akan bertemu Menpora,” kata Imam.
Pertemuan rencananya dilakukan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.
Menurut Imam, pembahasan dilakukan setelah proses administrasi awal selesai.
“Setelah Lebaran saya akan bertemu beliau membicarakan rencana naturalisasi atlet,” ujarnya.
Ia menjelaskan naturalisasi harus melalui persetujuan parlemen. “Langkah berikutnya adalah membawa usulan ini ke DPR untuk mendapat persetujuan,” kata Imam.
PBVSI menilai naturalisasi dapat mempercepat peningkatan kualitas tim nasional. Kehadiran pemain baru diharapkan meningkatkan kompetisi internal bagi atlet lokal.
Imam menegaskan kebijakan ini merupakan proyek jangka panjang menuju Olimpiade 2032.
“Tujuan utama kita mempersiapkan tim yang kuat menuju Olimpiade Brisbane 2032,” ujarnya.
Selain kualitas tim, naturalisasi juga diharapkan memotivasi pemain lokal. “Kita ingin membangun motivasi bagi atlet nasional agar terus berkembang,” kata Imam.
PBVSI membidik pemain muda agar dapat berkembang bersama tim nasional. Sebagian besar calon pemain berusia sekitar 17 tahun.
“Pokoknya kita mencari pemain usia muda agar memiliki masa pengembangan panjang,” jelasnya.
Federasi juga memastikan naturalisasi tidak menghambat pembinaan atlet nasional. Program pembinaan tetap berjalan melalui tim muda seperti Jakarta Garuda Jaya.
Tim tersebut diproyeksikan menjadi wadah pengembangan pemain masa depan.
“Kita memainkan pemain muda agar mereka mendapat pengalaman bertanding,” ujar Imam.
Ia menegaskan atlet lokal tetap menjadi fondasi utama tim nasional. “Kita tidak ingin mematikan atlet nasional. Naturalisasi tetap ada batasnya,” tegas Imam.
Empat atlet yang dibidik disebut telah memberikan sinyal positif bergabung. Namun, PBVSI masih mempelajari aspek regulasi sebelum proses dilanjutkan.
“Pada intinya empat atlet ini sudah diinfokan dan mereka bersedia,” kata Imam.
Selain pemain, PBVSI juga mempertimbangkan mendatangkan pelatih asal Brasil. Pelatih tersebut diproyeksikan menangani tim voli putra Indonesia.
Langkah itu dilakukan untuk menghadapi sejumlah agenda internasional tahun ini. ***











Leave a Reply