Menjelang Ramadan 2026, umat Islam bersiap berbuka puasa. Saran berbuka dengan kurma, berdasarkan sunnah Rasulullah SAW, yang bermanfaat bagi kesehatan.
Aktual Tangerang – Ramadan 2026 tinggal menghitung hari. Umat Islam bersiap menjalani ibadah puasa sebulan penuh. Berbuka puasa sering kali diakhiri dengan aneka hidangan lezat.
Meja berbuka biasanya dipenuhi kurma, gorengan, nasi, lauk-pauk, hingga minuman manis. Namun, muncul pertanyaan klasik: sebaiknya berbuka dimulai dengan kurma atau air putih?
Dai Nasional Muhammad Assad menjelaskan bahwa berbuka puasa telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Menurutnya, tuntunan tersebut sangat jelas.
“Sebenarnya, yang dicontohkan Nabi SAW saat berbuka adalah mengambil kurma terlebih dahulu, dimakan, lalu berdoa,” ujar Assad di Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2026.
Ia menegaskan urutannya sederhana namun penuh makna. “Ingat, ambil dulu kurma, makan, baru baca doa dan memohon kepada Allah. InsyaAllah mustajab,” tambah Assad.
Panduan ini sejalan dengan hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW berbuka dengan kurma basah sebelum shalat Maghrib. Jika tidak ada kurma basah, beliau berbuka dengan kurma kering. Jika keduanya tidak tersedia, beliau meneguk air.
عن أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قال : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ رواه أحمد، وأبو داوود.
Artinya: “Rasulullah SAW berbuka puasa dengan beberapa buah ruthab (kurma basah) sebelum shalat Maghrib. Jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Jika tidak tersedia, beliau meneguk beberapa teguk air.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)
Hadis ini menegaskan bahwa kurma adalah pilihan utama saat berbuka, sedangkan air putih menjadi alternatif jika kurma tidak ada.
Selain tuntunan agama, ada alasan ilmiah mengapa kurma dianjurkan. Para ahli menjelaskan bahwa lambung yang kosong selama berpuasa membutuhkan asupan cepat yang mudah diubah menjadi energi.
Kurma mengandung karbohidrat sederhana yang mudah diserap tubuh. Ini membantu mengembalikan kadar gula darah secara bertahap tanpa membebani sistem pencernaan.
Secara ilmiah, kurma juga lebih mudah diterima oleh organ hati. Nutrisi dalam kurma cepat didistribusikan ke seluruh tubuh sebagai sumber energi setelah berpuasa seharian.
Dengan demikian, berbuka dengan kurma bukan hanya sunnah, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh. ***











Leave a Reply