Liga Pagustas 2026 yang diikuti kelompok umur 8 tahun hingga 12 tahun resmi bergulir di dua lapangan wilayah Tangerang Selatan, Banten, Minggu (18/1/2026).
Aktual Tangerang – Pagustas Soccer League (PSL) atau Liga Pagustas 2026, turnamen sepak bola grassroots berlangsung semarak. PSL tahun ini sangat spesial karena menggandeng media online Aktual Tangerang yang akan memberitakan seluruh kegiatan turnamen sekolah sepak bola (SSB) usia dini ini.
Liga Pagustas 2026 ini merupakan turnamen tahun keempat yang diputar di dua lapangan, yakni Lapangan Bina Remaja SS Pamulang, markas SSB Bina Remaja dan Lapangan Tiga Berlian, home base SSB Jayakarta Tangsel.
Liga Pagustas diikuti SSB Tangerang Selatan, Bogor, Depok dan Jakarta. Seluruh SSB ini merupakan anggota dari Paguyuban Sekola Sepak Bola Tangerang Selatan yang sudah memasuki usia 15 tahun.
Sebelumnya, turnamen Pagustas ini mengusung konsep festival dengan penyelenggaraan seharian penuh. Pendiri Pagustas sekaligus owner SSB Jayakarta Tangsel, Basyirudin menceritakan sejarah PSL ini berawal dari festival seharian.
Saat itu, hanya beberapa klub saja yang ikutan dalam festival Pagustas. Setiap tim bertanding sebanyak empat kali. Masing-masing pertandingan berdurasi 2X15 menit.
Seiring waktu berjalan, Pagustas melakukan evaluasi di semua lini. Kemudian, sistem festival pun berubah menjadi liga dengan jumlah bertanding setiap tim tidak berubah, tetap empat kali.
Hanya saja, dalam setiap pekan tim hanya bertanding dua kali, dengan jeda istirahat selama 30 menit. “Dengan sistem liga ini, anak-anak tidak terlalu diporsis tenaganya, karena cukup waktu istirahat,” ujar Basyirudin.
Kelompok U8 Lebih Heboh

Liga Pagustas kelompok umur 8 sampai 10 tahun dan 12 tahun, pada Minggu (18/1/2026) ini berlangsung meriah. Liga SSB usia dini yang berada di Lapangan Bina Remaja SS, Pamulang, Tangerang Selatan relatif lebih heboh.
Teriakan dan jeritan suara penonton dari pinggir lapangan jalan mewarnai setiap pertandingan kelompok umur 8 tahun dan 10 tahun. Hampir Sebagian penonton di lapangan mayoritas orang tua siswa SSB.
Baik bapak-bapak dan ibu-ibu aktif dalam memberikan dukungan terhadap tim putra/putrinya. Gemuruh teriakan suporter semakin pecah begitu tim idola mencetak gol.
Bukan hanya itu, tak jarang teriakan orang tua peserta yang keluar mirip pelatih SSB memberikan arahan pada pemainnya dari pinggir lapangan. “Shooting…! Waduh telat,” teriak ibu-ibu berkacamata hitam dari pinggir lapangan.
Laporan dari Lapangan Tiga Berlian, lokasi kelompok umur 12 tahun pun tak kalah ramai. Meski tak seheboh U8 dan U10, suasana yang terekam dari lapangan pun begitu hidup.
Para orang tua siswa SSB duduk berbaris membentuk garis lurus pinggir lapangan sepak bola. Pemandangan itu terlihat di garis belakang gawang.
Para pemain pun membawa kursi lipat sendiri yang diletakkan di pinggir lapangan. Sehingga jika di lihat dari kejauhan barisan kursi lipat itu mirip dengan bench pemain bola, yang diisi para pemain cadangan.
Persis di depan kursi bench pemain itu, terdapat tumbler atau botol minum ukuran besar yang sengaja dibawa para pemain. “Kebiasaannya memang U8 dan 10 lebih ramai. satu pemain datang bukan hanya ditemani orang tua, tapi kakek neneknya saja mendampingi,” ujar Ketua Pagustas Naman Mansur.
Pedagang UMKM Kebagian Rezeki
Pantauan Aktual Tangerang di kedua lapangan, memang suasana hidup. Kegiatan Liga Pagustas 2026 ini bisa membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar.
Setidaknya di sekitar lapangan pun terlihat para pedagang dari UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) sibuk menjajakan produknya. Seperti aneka minuman, makanan, sosis dan sejenisnya. Tidak jarang, para pemain ini langsung menyerbu pedagang setelah selesai bertanding.
Begitu juga di beberapa titik lokasi menjadi kantong parkir dadakan. Area lahan kosong di sekitar lapangan, menjadi lahan parkir mobil dan motor.
“Alhamdulilah, setiap ada kegiatan para pedagang bisa ikut kebagian rezeki,” ujar Sekjen Pagustas Hadi Sumartin.











Leave a Reply