DLH Kota Tangsel mengakui penanganan sampah belum optimal meski 20 armada truk dikerahkan. Tumpukan sampah masih terlihat di sejumlah titik rawan.
Aktual Tangerang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengakui penanganan sampah belum berjalan optimal.
Kondisi itu terjadi meski DLH telah mengerahkan 20 armada truk pengangkut. Tumpukan sampah masih terlihat menggunung di sejumlah titik rawan. Lokasi tersebut berada di kawasan pasar tradisional dan jalur utama.
Pada Senin (12/1/2026), tumpukan sampah terlihat di gerbang masuk Tangsel hingga Kantor BLKI Serpong Utara.
Sampah terbungkus karung dan plastik menumpuk di pinggir jalan. Sebagian sampah juga terlihat di median jalan.
Beberapa tumpukan sampah berceceran akibat terguyur hujan. Kondisi tersebut mengganggu kebersihan dan kenyamanan pengguna jalan.
Kepala DLH Tangsel Bani Khosyatullah mengatakan pihaknya masih menyisir titik-titik sampah. Ia menyebut pengangkutan belum bisa dilakukan di seluruh lokasi secara bersamaan.
“Pengangkutan tidak di semua titik, kemarin kami fokus di Pasar Ciputat,” kata Bani. “Sekarang kami sisir lagi wilayah yang sampahnya terlihat menggunung,” lanjutnya.
Bani menegaskan pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan. Namun, pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Pengangkutan tetap kami lakukan, meski ada beberapa yang belum optimal,” ujarnya.
DLH Tangsel mengerahkan 20 armada truk dalam proses pengangkutan sampah. Total sampah yang diangkut mencapai puluhan ton per hari.
“Semalam yang kami angkut 20 lebih, menggunakan 20 mobil,” kata Bani.
Sampah yang terangkut dikirim ke perusahaan pengelola di Kabupaten Bogor. “Target pengiriman 200 ton per hari, kadang 170 ton atau 160 ton,” ujarnya.
Selain itu, DLH Tangsel juga mengirim sampah ke TPA Cilowong, Kota Serang. Pengiriman ke Cilowong mencapai sekitar 50 ton per hari.
“Ke Cilowong masih 10 truk karena tahap uji coba,” kata Bani.
Ia menyebut kapasitas maksimal 500 ton per hari belum dapat dilakukan.








Leave a Reply