Hujan deras menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Pandeglang. Ribuan warga terdampak dan akses jalan terputus.
Aktual Tangerang – Sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Banten, terendam banjir pada Senin (12/1/2026).
Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi sejak malam hingga dini hari. Beberapa kecamatan terdampak dengan ketinggian air bervariasi. Ribuan warga terdampak dan sejumlah akses jalan terputus.
Desa Idaman, Kecamatan Patia
Desa Idaman kembali terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,2 meter. Ketinggian tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan banjir sebelumnya.
Kepala Desa Idaman Hilman mengatakan banjir terjadi sejak Sabtu kemarin. Ia menyebut luapan Sungai Cilemer menjadi penyebab utama banjir.
“Banjir sudah terjadi sejak Sabtu dan sampai sekarang air belum surut,” kata Hilman.
Sebanyak 422 kepala keluarga atau 1.266 jiwa terdampak banjir. Air masih berpotensi naik sekitar 50 sentimeter. Kondisi itu berisiko memaksa warga mengungsi.
Akses jalan darat terputus, terutama jalur Sodong-Picung dan Sarianen-Pagelaran. Jalur terdampak mencapai sekitar 50 kilometer. Sebagian warga mengungsi ke dataran lebih tinggi atau rumah kerabat.
“Alhamdulillah korban tidak ada,” ujar Hilman.
Ia mengimbau warga tetap berada dalam satu titik pengungsian. Hilman menyebut banjir di Desa Idaman sudah terjadi lima kali.
Skalanya bervariasi, dari kecil hingga besar. Ia berharap pemerintah menangani tanggul Sungai Cilemer dan Cimoyan.
Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur
Banjir juga merendam empat kampung di Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur. Kepala Desa Sumberjaya Cecep Mulyadi mengatakan banjir terjadi sejak dini hari. Hujan deras mengguyur wilayah tersebut semalaman.
Seluruh warga terdampak terpaksa mengungsi karena akses jalan terputus. Mobil desa turut terendam banjir.
“Ngungsi semuanya. Jalan terputus. Mobil desa juga terendam,” ujar Cecep.
Jumlah warga terdampak belum dapat dipastikan. Kondisi di lapangan masih darurat. Cecep mengaku belum ada penanganan dari pemerintah daerah.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Warga diimbau waspada terhadap potensi banjir susulan.
Desa Katumbiri, Kecamatan Cigeulis
Sebanyak 40 rumah di Desa Katumbiri terendam banjir. Ketinggian air mencapai 1,5 meter. Kepala Desa Katumbiri, Jaenal, mengatakan banjir terjadi sejak malam hari.
Hujan berintensitas tinggi menyebabkan air meluap hingga kini belum surut. Tiga rumah mengalami kerusakan parah akibat arus deras. Bagian dapur rumah warga dilaporkan runtuh.
“Yang paling parah tiga rumah jebol,” kata Jaenal.
Tiga penghuni rumah rusak itu mengungsi ke rumah tetangga. Sebagian warga lainnya masih bertahan di rumah masing-masing. Penanganan masih dilakukan secara mandiri oleh pihak desa.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Warga diminta tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem.









Leave a Reply