Komdis PSSI Larang Pemain Putra Jaya Bermain Seumur Hidup

Iskandar Noer - 07 January 2026

Komdis PSSI Jawa Timur menjatuhkan larangan seumur hidup kepada pemain Putra Jaya Pasuruan, Hilmi Gimnastiar, atas kasus kekerasan Liga 4. (Foto: Istimewa)
Komdis PSSI Jawa Timur menjatuhkan larangan seumur hidup kepada pemain Putra Jaya Pasuruan, Hilmi Gimnastiar, atas kasus kekerasan Liga 4. (Foto: Istimewa)

Komdis PSSI Jawa Timur menjatuhkan larangan seumur hidup kepada pemain Putra Jaya Pasuruan, Hilmi Gimnastiar, atas kasus kekerasan Liga 4.

Aktual Tangerang – Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur menjatuhkan larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup kepada Muhammad Hilmi Gimnastiar.

Hilmi merupakan pemain Klub Putra Jaya Pasuruan yang terbukti melakukan pelanggaran berat dalam kompetisi Liga 4 Jawa Timur. Sidang Komdis digelar Selasa (6/1/2026) pukul 11.00 WIB.

Sidang dipimpin Ketua Komdis Jatim Samiadji Makin Rahmat bersama Rohmad Amrulloh dan Dimas Nur Arif Putra Suwandi.

Putusan tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 001/KOMDIS/PSSI-JTM/I/2026 tertanggal 6 Januari 2026.

Hukuman dijatuhkan akibat tindakan kekerasan terhadap pemain lawan.

Insiden terjadi pada laga Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung.

Pertandingan berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026). Hilmi terbukti menendang pemain Perseta, Firman Nugraha Ardhiansyah.

Baca Juga :  Indonesia Women’s Open 2026, Turnamen Golf Wanita Termahal Asia Pasifik

Korban mengalami luka serius pada bagian dada dan berpotensi berdampak jangka panjang.

Komdis menilai pelanggaran tersebut termasuk kategori violent conduct. Tindakan itu melanggar Pasal 48 dan 49 Kode Disiplin PSSI.

Pelanggaran juga bertentangan dengan Pasal 10 dan Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025.

Komdis mempertimbangkan dampak serius serta efek jera bagi pemain lain.

Upaya banding atas putusan tersebut masih terbuka sesuai regulasi.

Manajemen Putra Jaya Pasuruan turut mengambil tindakan tegas. Klub resmi memecat Muhammad Hilmi Gimnastiar dari tim utama.

Baca Juga :  Dipecat Timnas Indonesia, Alex Pastoor Jadi Pengangguran

Keputusan disampaikan melalui surat resmi dan unggahan media sosial klub.

Manajemen menilai aksi Hilmi melanggar prinsip sportivitas dan etika sepak bola.

Klub menyampaikan permohonan maaf kepada Perseta Tulungagung dan pemain korban.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini