Sepak Takraw Indonesia Alami Kemerosotan Prestasi

Iskandar Noer - 22 December 2025

Sepak takraw Indonesia hanya meraih tiga medali di SEA Games 2025 Thailand, menurun dibandingkan Kamboja 2023. (Foto: Istimewa)
Sepak takraw Indonesia hanya meraih tiga medali di SEA Games 2025 Thailand, menurun dibandingkan Kamboja 2023. (Foto: Istimewa)

Sepak takraw Indonesia hanya meraih tiga medali di SEA Games 2025 Thailand, menurun dibandingkan Kamboja 2023.

Aktual Tangerang – Pada SEA Games 2023 Kamboja, sepak takraw meraih dua emas, satu perak, dan dua perunggu. Capaian tersebut menempatkan sepak takraw sebagai salah satu penyumbang utama medali bagi kontingen Merah Putih.

Tim putra Indonesia merebut emas nomor men’s team double usai mengalahkan Myanmar dengan skor 2-0 di partai final.

Keberhasilan itu memperkuat posisi Indonesia di klasemen dan menumbuhkan optimisme pembinaan olahraga tradisional ASEAN.

Namun situasi berbeda terjadi pada SEA Games 2025 Thailand.Tim nasional sepak takraw Indonesia gagal mempertahankan dominasi seperti di Kamboja.

Indonesia hanya meraih satu perak dari nomor kuadran campuran dan dua perunggu beregu putra serta putri.

Di nomor lainnya, Indonesia belum mampu menembus podium tertinggi.

Baca Juga :  Prabowo Apresiasi Prestasi Atlet Indonesia di SEA Games 2025

Total tiga medali tersebut lebih rendah dibandingkan capaian dua emas pada SEA Games 2023. Penurunan prestasi ini perlu dikaji secara objektif dan menyeluruh.

Persaingan meningkat signifikan, terutama dari Thailand dan Vietnam yang menunjukkan perkembangan teknis dan taktis pesat.

Sebagai tuan rumah, Thailand mendominasi banyak nomor dan menyulitkan upaya Indonesia meraih emas.

Selain faktor lawan, kesiapan tim dan strategi kompetisi Indonesia juga perlu dievaluasi.

Hasil di Thailand menunjukkan konsistensi performa Indonesia masih tertinggal di beberapa nomor utama.

Kemenangan di satu edisi tidak menjamin keberhasilan berkelanjutan tanpa pembinaan sistematis dan berkesinambungan.

Pengembangan atlet muda, kompetisi domestik berkualitas, serta peningkatan pelatih dan fasilitas menjadi kebutuhan mendesak.

Baca Juga :  Siapa Atlet Indonesia Raih Emas Terbanyak di SEA Games 2025?

Sepak takraw regional berkembang cepat, sementara pendekatan pembinaan Indonesia masih cenderung konvensional.

Penurunan prestasi ini harus dipandang sebagai sinyal perbaikan, bukan semata kegagalan.Pembelajaran dari negara sukses dapat memperkaya strategi dan arah pembinaan nasional.

Tanpa evaluasi mendalam, Indonesia berisiko terus tertinggal dalam persaingan sepak takraw Asia Tenggara.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini