Tiga Kecamatan di Tangerang Rawan Banjir, Ini Lokasinya

Adi Subchan - 17 December 2025

Motor terendam banjir sebaiknya tidak langsung dinyalakan. AHM menjelaskan risiko kerusakan mesin dan kelistrikan. (Foto: Ist/Ilustrasi)
Motor terendam banjir sebaiknya tidak langsung dinyalakan. AHM menjelaskan risiko kerusakan mesin dan kelistrikan. (Foto: Ist/Ilustrasi)

BPBD Kota Tangerang siagakan petugas dan optimalkan drainase di tiga kecamatan, yakni Ciledug, Larangan, dan Karang Tengah.

Aktual Tangerang – BPBD Kota Tangerang memberi perhatian khusus pada tiga kecamatan rawan banjir.

Wilayah tersebut meliputi Ciledug, Larangan, dan Karang Tengah di timur Kota Tangerang.

Ketiga kecamatan di Kota Tangerang tersebut kerap terdampak banjir saat intensitas hujan meningkat. BPBD berupaya menekan risiko banjir melalui optimalisasi sistem drainase.

Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyebut ketiga wilayah rawan genangan.

“Ciledug, Larangan, dan Karang Tengah sering terdampak luapan air,” ujar Mahdiar, Rabu (17/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa kawasan timur Kota Tangerang memiliki topografi lebih rendah dibanding wilayah lainnya.

Selain itu, Kali Angke melintasi kawasan tersebut dan kerap meluap. Luapan terjadi akibat hujan deras atau kiriman air dari wilayah hulu. Kondisi tersebut menyebabkan permukiman warga dan akses jalan terendam.

Baca Juga :  Banten Siaga Bencana Hidrometeorologi Selama 90 Hari ke Depan

BPBD memastikan tidak ada sampah yang menghambat aliran air. Saluran drainase rutin diperiksa untuk memastikan aliran menuju hilir tetap lancar.

“Wilayah atensi khusus telah disiagakan petugas selama 24 jam,” kata Mahdiar.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menyebut normalisasi drainase terus dilakukan.

Normalisasi bertujuan menjaga fungsi jaringan saluran air perkotaan. Fokus pekerjaan dilakukan di kawasan permukiman dengan kepadatan tinggi.

Alat berat dikerahkan untuk mengangkat sedimentasi dan tumpukan sampah.

“Normalisasi dilakukan agar kapasitas saluran kembali berfungsi optimal,” ujar Taufik.

Ia menyebut armada alat berat beroperasi beberapa hari ke depan.

Baca Juga :  Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Tangerang Terbanyak se-Banten

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi.

Kebijakan tersebut merespons peringatan dini BMKG terkait curah hujan di atas normal. Potensi cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung hingga awal 2026.

“Penanganan bencana harus dilakukan sebelum dampak terjadi,” tegas Sachrudin.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini