Pelatihan ASN Tangsel di Bandung Habiskan Dana Rp5 Miliar

Adi Subchan - 14 December 2025

Pelatihan ASN Pemkot Tangsel di Bandung disorot publik. BKPSDM menegaskan kegiatan tersebut resmi dan tercantum dalam RKPD 2025. (Foto: Instagram)
Pelatihan ASN Pemkot Tangsel di Bandung disorot publik. BKPSDM menegaskan kegiatan tersebut resmi dan tercantum dalam RKPD 2025. (Foto: Instagram)

Pelatihan ASN Pemkot Tangsel di Bandung disorot publik. BKPSDM menegaskan kegiatan tersebut resmi dan tercantum dalam RKPD 2025.

Aktual Tangerang – Gelombang kritik menerpa Pemerintah Kota Tangerang Selatan terkait pelatihan pejabat eselon II dan III di Bandung.

Kegiatan tersebut disebut menyedot anggaran hingga Rp1,5 miliar dan memicu perbincangan publik.

Isu ini mencuat melalui unggahan media sosial Instagram @officialtangerangupdatecom, Rabu (10/12).

Unggahan menampilkan video pejabat menginap di hotel bintang empat dengan spanduk “Tangsel Leadership 2025”.

Terlihat pula mobil dinas berpelat merah berkode wilayah Tangsel terparkir di area hotel.

Warganet mempertanyakan urgensi pelatihan luar kota dengan fasilitas premium di tengah tuntutan efisiensi anggaran.

Baca Juga :  PFI Tangerang Gelar Pameran Foto “Jejak Urban”

Menanggapi kritik, Kepala BKPSDM Tangsel Wahyudi Leksono menegaskan kegiatan tersebut bukan agenda mendadak.

“Leadership Training ini sudah ditetapkan dalam RKPD 2025 sebagai program resmi pemerintah daerah,” kata Wahyudi, Kamis (11/12/2025).

Ia menjelaskan Bandung dipilih berdasarkan kajian fasilitas pelatihan, lingkungan belajar, dan kualitas narasumber.

“Bandung memiliki fasilitas memadai, suasana kondusif, serta narasumber yang relevan,” ujar Wahyudi.

Pemilihan hotel bintang empat, menurutnya, bertujuan menjaga fokus peserta selama pelatihan berlangsung.

“Peserta dapat mengikuti pelatihan tanpa terdistraksi rutinitas pekerjaan sehari-hari,” ucap Wahyudi.

Meski demikian, kritik masyarakat terus mengalir terkait penggunaan anggaran daerah tersebut.

Baca Juga :  Sampah Numpuk di Depan Puskesmas Sepong 1, Pasien Ngeluh

Wahyudi menyatakan pemerintah daerah terbuka terhadap kritik publik.

“Pemerintah tidak antikritik dan menghargai perhatian masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang peningkatan kualitas aparatur.

“Pelayanan publik berkualitas membutuhkan SDM kompeten yang dibentuk melalui proses dan dukungan anggaran,” kata Wahyudi.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini