BPBD dan Pemkot Tangerang mengimbau warga menyiapkan tas siaga bencana berisi perlengkapan darurat untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem dan banjir.
Aktual Tangerang – Warga Kota Tangerang diimbau menyiapkan tas siaga bencana di rumah. Tas tersebut harus ditempatkan pada lokasi yang mudah dijangkau.
Tas darurat itu diperlukan agar warga bisa segera bergerak saat evakuasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar menilai kesiapan warga sangat penting. Ia menyebut berbagai bencana kini muncul lebih sering.
“Kita melihat hujan ekstrem, angin kencang, longsor, dan banjir terjadi lebih intens,” ujar Mahdiar, Sabtu (6/12/2025).
Ia menegaskan tas siaga bencana wajib tersedia di setiap rumah. “Tas ini membantu warga bertindak cepat saat kondisi mendesak,” katanya.
Ia menambahkan, tas tersebut juga penting untuk menghadapi bencana yang mungkin muncul pada malam hari.
540 KK di Tangerang Terdampak Banjir Rob
BPBD mencatat sekitar 540 KK di Tangerang terdampak banjir rob pekan lalu. Kondisi itu menunjukkan perlunya peralatan darurat yang selalu siap.
Dalam tas siaga, warga perlu menyimpan obat-obatan, masker, peluit, uang tunai, dan telepon genggam. Perlengkapan tersebut membantu warga mencari bantuan dan memperoleh informasi saat darurat.
BPBD juga menyarankan warga menyiapkan makanan siap santap, air minum tiga hari, senter, baterai, dan pakaian.
Surat penting sebaiknya disimpan dalam wadah tahan air. Warga juga dapat menambah pisau multifungsi, tali, kompas, dan alat pemotong kaca jika memungkinkan.
“Kita tidak bisa menebak waktu bencana. Namun kewaspadaan tetap wajib dilakukan,” ujar Mahdiar.
Ia mengingatkan adanya imbauan BMKG terkait potensi cuaca ekstrem selama tiga bulan ke depan.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menyebut pemerintah terus meningkatkan kesiapsiagaan daerah.
“Kami melakukan penanganan darurat dan pengawasan daerah rawan banjir,” katanya.
Ia mengajak warga di kawasan rawan banjir lebih peduli terhadap mitigasi. “Kita butuh dukungan semua pihak agar respons bencana berjalan efektif,” ujar Sachrudin.
Pemkot Tangerang juga mengembangkan sistem peringatan dini berbasis aplikasi.
“Aplikasi Si Pantau memberi informasi cuaca dan sirine peringatan melalui ponsel,” kata Sachrudin.
Ia berharap teknologi tersebut membantu warga merespons ancaman banjir dengan cepat.









Leave a Reply