Rakernas PBPI Bahas Peluang Padel Masuk DBON

Iskandar Noer - 06 December 2025

PBPI mengadakan Rakernas pertama di Jakarta untuk membahas evaluasi 2025, persiapan Asian Games Nagoya dan peluang masuk DBON. (Foto: Istimewa)
PBPI mengadakan Rakernas pertama di Jakarta untuk membahas evaluasi 2025, persiapan Asian Games Nagoya dan peluang masuk DBON. (Foto: Istimewa)

PBPI mengadakan Rakernas pertama di Jakarta untuk membahas evaluasi 2025, persiapan Asian Games Nagoya, penguatan timnas, dan peluang masuk DBON.

Aktual Tangerang – Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) menggelar Rakernas pertama di Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Rakernas digelar di Hotel Grandhika Iskandarsyah diikuti 15 Pengprov Padel Indonesia.

Ketua Umum PBPI Galih Dimuntur Kartasasmita membuka kegiatan tersebut. Ia menyebut Rakernas ini menjadi momen evaluasi sekaligus penyusunan arah strategis.

“Rakernas perdana memuat laporan lengkap kegiatan 2025,” kata Galih.

Ia menjelaskan bahwa PBPI memaparkan capaian nasional dan internasional sepanjang 2025.

Galih menyebut pembahasan berjalan panjang karena banyak agenda penting.

“Ada 15 provinsi hadir dan semua menerima laporan Sirnas hingga prestasi di Doha,” ujarnya.

Baca Juga :  Waroeng Steak Resmi Jadi Sponsor Jonatan Christie
PBPI mengadakan Rakernas pertama di Jakarta untuk membahas evaluasi 2025, persiapan Asian Games Nagoya, penguatan timnas, dan peluang masuk DBON. (Foto: Istimewa)

Fokus 2026: Asian Games Nagoya

Galih menegaskan bahwa program 2026 menjadi prioritas utama PBPI. “Sorotan kami adalah Asian Games Nagoya,” kata Galih.

Ia menambahkan bahwa PBPI menyiapkan beberapa program pendukung.

Galih menekankan pentingnya penguatan tim nasional. “Timnas akan menjalani seleknas untuk menambah kekuatan,” ujarnya.

PBPI memperkirakan empat nomor akan dipertandingkan di Nagoya. Dua nomor tambahan berasal dari sektor beregu putri.

“Kalau empat nomor dibuka, kami butuh empat atlet tambahan,” kata Galih. Ia memperkirakan jumlah atlet bisa mencapai 20 orang.

Galih mengungkapkan, PBPI sudah menyusun agenda uji coba dan training camp. “Ada banyak rencana uji coba, termasuk undangan friendly match,” kata Galih.

Baca Juga :  Prabowo Janjikan Peraih Medali Emas SEA Games Bonus Rp1 Miliar

Ia menyebut Jepang, Saudi, dan beberapa negara Eropa sebagai kandidat lawan.

Tahun depan PBPI juga menargetkan enam ajang FIP untuk uji prestasi.

Galih menilai peta persaingan Asian Games akan berubah. “Ada negara baru seperti Taiwan dan Hong Kong,” ujarnya.

Ia meminta tim putra memperbaiki performa dan tim putri menjaga konsistensi.

Peluang Padel Masuk DBON

PBPI juga membahas peluang padel masuk Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Galih menyebut keputusan berada di tangan Kemenpora. “Kami sudah audiensi dan menerima penjelasan lengkap,” kata Galih.

Ia menyebut DBON bersifat dinamis sesuai prestasi cabang olahraga. Dirinya berharap padel masuk DBON jika prestasinya terbukti.

Galih menilai padel memiliki daya saing yang sehat. Ia pun menegaskan bahwa padel bukan sekadar tren. “Kami sudah membuktikan prestasi,” kata Galih.

Target 2026 dan Peluang Olimpiade

Galih menyatakan tidak ingin memberi tekanan berat kepada atlet. Namun ia tetap optimistis terhadap peluang prestasi tahun depan.

“Atlet kita punya potensi besar di ASEAN, Asia, dan dunia,” ujarnya.

Ia juga menyinggung peluang jangka panjang menuju Olimpiade. “Target 2032 terbuka karena Qatar menyiapkan cabang ini,” kata Galih.

Ia menyebut kepastian Olimpiade 2028 masih menunggu keputusan.

Jika padel masuk program Asian Games Nagoya, peluang ke Olimpiade pun meningkat. “Kami sudah berkomunikasi dengan KOI dan menerima formulir keanggotaan,” kata Galih.

Rakernas perdana PBPI menjadi langkah awal memperkuat organisasi.

PBPI berharap prestasi padel Indonesia terus meningkat pada level global.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini