Dewi Astutik, Eks Guru Bahasa Mandarin yang Jadi Ratu Narkoba

Adi Subchan - 05 December 2025

BNN menangkap Dewi Astutik (memakai kacamata) di Kamboja setelah buron dan terlibat penyelundupan sabu dua ton senilai Rp5 triliun. (Foto: Istimewa)
BNN menangkap Dewi Astutik (memakai kacamata) di Kamboja setelah buron dan terlibat penyelundupan sabu dua ton senilai Rp5 triliun. (Foto: Istimewa)

BNN menangkap Dewi Astutik di Kamboja setelah buron dan terlibat penyelundupan sabu dua ton senilai Rp5 triliun.

Aktual Tangerang – Dewi Astutik yang dijuluki sebagai Ratu Narkoba pernah bekerja sebagai guru bahasa Inggris dan Mandarin di Kamboja.

Wanita berusia 43 tahun berasal dari Ponorogo ini ditangkap BNN dalam kasus penyelundupan sabu dua ton senilai Rp5 triliun.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan Dewi Astutik pernah mengajar di beberapa tempat kursus di Kamboja.

“Dia mengajar bahasa Mandarin dan Inggris dengan pendapatan sekitar Rp20 juta per bulan,” kata Suyudi, Kamis (4/12/2025).

Dewi masuk Kamboja pada Februari 2023. Dia juga sempat bekerja di pusat penipuan daring (scamming).

Pada awal 2024, Dewi mulai terlibat jaringan narkotika internasional. Ia bertemu warga Nigeria berinisial DON yang disebut sebagai ‘godfather’.

Keduanya diduga mengatur distribusi narkotika ke berbagai negara.

Baca Juga :  Mengaku Sebagai ART, Padahal Dewi Astutik Gembong Narkoba
BNN bersama Interpol dan BAIS menangkap Dewi Astutik, buron kasus penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun. Dewi ditangkap di Kamboja. (Foto:; Istimewa)

Pindah-pindah Negara Selama Buron

Dewi Astutik resmi masuk daftar buronan (red notice) Interpol sejak 3 Oktober 2024. Ia juga menjadi buron pemerintah Korea Selatan (Korsel).

Dewi ditangkap di Kamboja pada 1 Desember 2025 tanpa perlawanan. Penangkapan dilakukan melalui kerja sama lintas negara.

BNN berkolaborasi dengan Bais Kamboja, Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Interpol, Bea Cukai, Kemenkeu, dan Kemenlu.

Suyudi menjelaskan Dewi sering berpindah negara untuk menghindari penangkapan.

“Dia bagian jaringan internasional yang terus bergerak,” ujar Suyudi.

Baca Juga :  Selundupkan 2 Ton Sabu, Dewi Astutik Ditangkap di Kamboja

Pada 17 November 2025, BNN menerima informasi lokasi keberadaan Dewi di Phnom Penh. Tim BNN langsung bergerak ke Kamboja untuk operasi penangkapan.

“Kami menemukan titik keberadaannya lalu menangkapnya secara kolaboratif,” jelas Suyudi.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini