Hujan Deras, 6 Wilayah di Kota Tangerang Terendam Banjir

Adi Subchan - 18 November 2025

Pemkot Tangerang menetapkan siaga darurat hidrometeorologi hingga Maret 2026, fokus wilayah timur dan penguatan mitigasi bencana. (Foto: Dok Pemkot Tangerang/Ilustrasi)
Pemkot Tangerang menetapkan siaga darurat hidrometeorologi hingga Maret 2026, fokus wilayah timur dan penguatan mitigasi bencana. (Foto: Dok Pemkot Tangerang/Ilustrasi)

Hujan deras memicu banjir di enam titik Kota Tangerang dan menyebabkan dua lokasi pohon tumbang. BPBD masih memantau debit air sungai.

Aktual Tangerang – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Tangerang pada Selasa siang. Sejumlah wilayah terendam banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyebut ada enam lokasi terdampak banjir. Ia menjelaskan genangan tersebar di Kecamatan Larangan, Karang Tengah, dan Cipondoh.

Lebih rinci lagi Mahdiar memaparkan, empat titik banjir berada di Larangan, satu di Karang Tengah, dan satu di Cipondoh.

“Ketinggian air berkisar antara 10 hingga 20 sentimeter,” kata Mahdiar.

Genangan setinggi 10–20 sentimeter menutup Jalan Hos Cokroaminoto di Kreo Selatan.

Air juga menggenang Jalan Chaplin di Larangan Utara dengan ketinggian 10–30 sentimeter.

“Banjir 10–30 sentimeter terjadi di Jalan Kavling Setiabudi, Cipadu,” ujarnya. “Jalan Swadaya Raya di Larangan Indah terendam hingga 20 sentimeter,” sambung Mahdiar.

Baca Juga :  Siswa Terduga Pelaku Bullying SMPN 19 Tangsel Belajar Daring

Sementara, genangan 10–20 sentimeter terjadi di Jalan Dr Soetomo dekat Pasar Gebyuran, Karang Timur. Dan, di Cipondoh, banjir setinggi 10–20 sentimeter terjadi di Kelurahan Poris.

Dua Pohon Tumbang

Selain banjir, dua titik pohon tumbang dilaporkan di Kota Tangerang. Satu pohon tumbang terjadi di depan Mall Balekota dan menutup akses jalan. Peristiwa itu menimbulkan kepadatan lalu lintas.

Pohon tumbang juga terjadi di Jalan Pabuaran Indah, Karawaci. Batang pohon menimpa atap bengkel dan satu mobil terparkir. Petugas BPBD bersama instansi terkait menangani kedua lokasi tersebut.

Mahdiar menyatakan pihaknya terus memantau debit air di sungai sekitar pemukiman.

Pada pukul 17.00 WIB, Jembatan Polor berstatus Awas dengan tinggi air 411 sentimeter.

Baca Juga :  Warga Mengeluh, Hunian Bedah Rumah di Serua Bermasalah

“Kali di Perum Karang Tengah berstatus Awas dengan tinggi 207 sentimeter. Pinang Griya Permai juga berstatus Awas dengan ketinggian 325 sentimeter,” ungkapnya.

Ia menyatakan, BPBD siaga membantu warga melalui monitoring lapangan dan layanan Call Center 112.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini