Kepsek SMPN 19 Tangsel menjelaskan kronologi penanganan internal terkait dugaan bullying yang berujung pada meninggalnya siswa, Muhammad Hisyam.
Aktual Tangerang – Kepala Sekolah SMPN 19 Tangsel, Frida Tesalonik, memberikan penjelasan terkait dugaan bullying yang melibatkan siswanya. Kasus tersebut berujung pada meninggalnya seorang siswa bernama Muhammad Hisyam (HM).
Frida menyatakan sekolah sejak awal munculnya kasus ini telah menjalankan prosedur penanganan sesuai aturan. Katanya, sejak tanggal 20 Oktober tidak ditemukan indikasi kejadian mencurigakan di lingkungan sekolah.
Saat itu Frida sedang melakukan supervisi kelas dan melihat pembelajaran berjalan baik. Menurutnya, guru menyajikan materi dengan media proyektor dan video pembelajaran.
Saat itu, siswa terlihat interaktif dan gembira selama kegiatan berlangsung. Tidak ada kejadian mencurigakan hingga akhir supervisi dan waktu istirahat.
Pernyataan Frida diperkuat wali kelas, Miss Citra, yang menilai kondisi kelas tetap kondusif.
Frida mengaku terkejut ketika laporan dugaan kekerasan antar siswa muncul. Mediasi langsung dilakukan bersama orang tua siswa yang terlibat.
“Kami sudah mediasi dan selesai. Orang tua R (pelaku) bersedia bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia mengatakan kasus ini kini ditangani Polres Tangerang Selatan.
Lakukan Pembenahan
Terkait evaluasi internal, Frida menegaskan sekolah pasti melakukan pembenahan. “Pendidikan harus terus diperbarui agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Ia memastikan sekolah menjalankan SOP, termasuk membuat pernyataan tanggung jawab dari pihak R. Sekolah juga melaporkan seluruh proses kepada Dinas Pendidikan.
Frida menegaskan sekolah kooperatif saat dipanggil Polres Tangsel. Guru dan wali kelas juga telah menghadiri pemanggilan penyidik.
Ia membantah anggapan sekolah tidak peduli terhadap kondisi korban. Pihak sekolah mengunjungi rumah keluarga dan Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta.
Frida menyebut guru dan sejumlah siswa juga menjenguk HM sebelum meninggal. Menurutnya, pelaku dan korban mendapat perhatian yang sama dari sekolah. Wali kelas juga rutin memantau kondisi siswa melalui catatan harian kelas.
Frida menyatakan tidak ada laporan perundungan lain yang diterima sekolah. Ia berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran besar bagi seluruh pihak.
“Semoga sekolah semakin baik dan anak-anak semakin memahami pentingnya empati,” ujarnya.
Pihak sekolah menyerahkan proses hukum kepada Polres Tangsel. “Kami menunggu hasil penyidikan dan berharap muncul titik terang,” pungkasnya.









Leave a Reply