Penutupan Popnas dan Peparpenas Jadi Momen Olahraga Pelajar

Iskandar Noer - 10 November 2025

Penutupan Popnas XVII dan Peparpenas XI Jakarta 2025 menandai langkah baru pembinaan olahraga pelajar. Menpora Erick Thohir dorong sinergi ajang pelajar dengan kompetisi nasional dan internasional. (Foto: Istimewa)
Penutupan Popnas XVII dan Peparpenas XI Jakarta 2025 menandai langkah baru pembinaan olahraga pelajar. Menpora Erick Thohir dorong sinergi ajang pelajar dengan kompetisi nasional dan internasional. (Foto: Istimewa)

Penutupan Popnas XVII dan Peparpenas XI Jakarta 2025 menandai langkah baru pembinaan olahraga pelajar. Menpora Erick Thohir dorong sinergi ajang pelajar dengan kompetisi nasional dan internasional.

Aktual Tangerang – Penutupan Popnas XVII dan Peparpenas XI Jakarta 2025 menjadi momentum penting bagi dunia olahraga pelajar Indonesia.

Acara ini bukan sekadar perayaan prestasi, tetapi penentu arah baru pembinaan olahraga nasional.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Mempora) Erick Thohir menegaskan pentingnya sinergi antara ajang olahraga pelajar dengan kompetisi nasional dan internasional.

Menurutnya, kesinambungan antara Popnas, Peparpenas, PON, SEA Games, hingga Olimpiade harus dirancang secara sistematis.

Erick menilai, tanpa kalender kompetisi yang solid, Indonesia akan sulit mencetak atlet berprestasi dunia.

“Jangan sampai setiap ajang berjalan sendiri dan gagal melahirkan atlet masa depan,” ujarnya.

Baca Juga :  FIFA Jatuhi Sanksi untuk PSSI, Thom Haye dan Shayne Pattynama

Menpora menekankan, pembinaan atlet tidak hanya soal latihan, tetapi juga strategi berjenjang dan kesinambungan kompetisi.

Sinergi antarevent diyakini dapat memperlancar regenerasi atlet sesuai usia dan potensi mereka. Erick meminta seluruh pemangku kepentingan olahraga melakukan konsolidasi nasional.

Ia juga menyoroti persoalan klasik olahraga Indonesia, yakni dualisme kepengurusan di sejumlah cabang. Beberapa cabang seperti tenis meja, tinju, anggar, dan sepak takraw masih terbelit konflik organisasi.

“Saya sudah minta KOI dan KONI menyelesaikan masalah ini maksimal akhir 2025,” tegas Erick. “Jika Januari tahun depan belum selesai, saya akan ambil alih,” lanjutnya.

Langkah Erick Thohir menegaskan komitmen pemerintah membangun sistem pembinaan olahraga terpadu dan berorientasi masa depan.

Dari lapangan sekolah hingga panggung dunia, cita-cita melahirkan atlet hebat Indonesia kini mulai tertata sejak dini.

Baca Juga :  Kemenpora Petakan Peluang Medali Indonesia di SEA Games 2025

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini